Jumat, 19 Maret 2021, 11:29

Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama Gelar Doa Kebangsaan Lintas Agama Atasi Pandemi Covid-19

Menteri Agama saat membuka kegiatan

JAKARTA (PKUB)---Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama gelar kegiatan bertajuk "Mengetuk Pintu Langit: Doa Lintas Iman Untuk Keselamatan Bangsa". Kegiatan ini dilakukan dengan dua format, secara online diikuti oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Gubernur, Bupati/ Walikota, Kakanwil Kemenag, Kakan Kemenag Kabupaten/Kota, Lembaga Keagamaan, Ormas Keagamaan dan masyarakat secara luas melalui Aplikasi Zoom dan Live Streaming di Kanal Youtube Kementerian Agama. Secara offline kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Kebangkitan Nasional Jakarta (Ex STOVIA) dihadiri oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi bersama Pejabat Eselon I dan II pada Kementerian Agama dengan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan Khotmil Q'uran dan Istighosah pada siang hari (pukul 13.00 s.d. 18.00 WIB), pada malam harinya (pukul 19.00 WIB) dilanjutkan dengan pembacaan puisi karya K.H. Mustofa Bisri oleh Sosiawan Leakh, himbauan penguatan protokol kesehatan oleh 6 tokoh lintas agama dan perwakilan Kepala Kanwil Kemenag di wilayah barat (Sumatera Selatan), wilayah tengah (Jawa Tengah) dan wilayah timur (Papua), kemudian puncak acaranya adalah Pembacaan Doa oleh 6 anak yatim masing-masing beragama Islam, Kristen, Khatolik, Hindu, Buddha dan Konghucu diikuti oleh seluruh peserta baik offline maupun online (18/03).

Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam arahannya secara daring dari Istana Wakil Presiden mengatakan perlunya dilakukan upaya rohania untuk menghadapi pandemi Covid-19 yang telah setahun lebih melanda Indonesia.

"Sebagai bangsa yang beriman, upaya-upaya besar yang telah dan sedang ditempuh oleh pemerintah dan masyarakat, harus disertai pula dengan ikhtiar batiniah melalui doa dan permohonan kepada Zat yang Maha Mulia, Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT," kata Wapres.

Wapres mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk berdoa kepada TYME karena dengan berdoa persoalan berat pandemi Covid-19 yang dialami bangsa Indonesia akan dapat diatasi, seperti ketika masa penjajahan.

"Seberat apapun tantangan yang dihadapi, jika bangsa ini memperoleh berkat dan rahmat Allah SWT, maka akan berhasil mengatasinya. Seperti halnya ketika bangsa ini berhasil mengusir penjajah dan memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945," jelasnya.

Karena itu, Wapres mengapresiasi acara Doa Kebangsaan Lintas Agama tersebut, yang sekaligus dapat mempererat persatuan dan kesatuan antar umat beragama. Menurutnya, modal terbesar dalam menghadapi tantangan dan cobaan adalah adanya persatuan dan kesatuan di antara sesama anak bangsa.

"Tantangan dan cobaan seberat apa pun akan terasa ringan, apabila kita teguh beriman dan bersatu padu. Sebaliknya kondisi sebaik apapun, akan terasa hampa dan hilang makna, apabila jiwa kita menjauh dari Tuhan dan hidup dalam perseteruan, kebencian dan kecurigaan satu sama lain," ujarnya.

Sebelumnya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat membuka kegiatan mengatakan bahwa mengatasi setiap musibah bencana baik bencana alam maupun bencana non-alam Covid-19, tidak cukup hanya dengan melakukan pendekatan scientific saja, akan tetapi juga diperlukan dengan mengetuk pintu langit.

"Pemerintah Indonesia bersama masyarakat saat ini telah dan sedang berupaya mengatasi berbagai musibah tersebut secara komperhensif melalui program-program yang kongkret, terukur, dan berkesinambungan agar segera terbebas dari musibah. Kendati begitu, kata dia, sebagai mahkluk spritual dan memiliki keyakinan yang sangat tinggi, hendaknya tidak berhenti hanya pada upaya-upaya yang bersifat lahiriah semata," kata Menag

Tambah Menag lagi, selain ditangani dengan pendekatan scientific, maka musibah yang terjadi juga dapat diatasi dengan berupaya mengetuk pintu langit melalui doa dan pengharapan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Yaqut meyakini bahwa setiap usaha, setiap musibah dan kejadian apapun yang terjadi di alam raya ini, tentunya terdapat campur tangan Tuhan, sehingga, sebagai makhlukNya, perlu bersimpuh di hadapanNya untuk mengharap pertolongan dan rahmat. "Sehebat apapun yang kita miliki, tidak akan pernah mampu menghadapi kehendakNya," pungkas Menag. (van/vik)