Senin, 12 Oktober 2020, 12:48

Tim PKUB Kemenag: Kasus Isu Kerukunan di Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor Diselesaikan Dengan Musyawarah

Kasubbid Penanganan Isu Kerukunan Achmad Hery Fathurochman saat memberikan berdialog dengan Pendeta Domfry

JABAR (PKUB)---Menindaklanjuti video yang beredar di media sosial tanggal 20 September 2020 lalu yang menampilkan sekumpulan massa mendatangi sebuah tempat yang didalamnya ada beberapa orang terlihat seperti sedang beribadah, Kementerian Agama melalui Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) mengutus tim yang terdiri dari Kasubbid Penanganan Isu Kerukunan Achmad Hery Fathurochman dan Pelaksana pada Subbid Penanganan Isu Kerukunan Mardiyo untuk melakukan pembinaan dan monitoring isu kerukunan umat beragama di lokasi kejadian yang belakangan diketahui terjadi di Kabupaten Bogor.

Penelusuran Tim PKUB dimulai pada hari Selasa, tanggal 29 September 2020, informarmasi yang diperoleh atas hasil koordinasi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bogor didapati bahwa isu yang beredar di media sosial Instagram dan Facebook tersebut terjadi di Perumahan Graha Citra Prima Desa Singasari Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor Jawa barat.

Keesokan harinya, tanggal 30 September 2020 Tim PKUB melakukan peninjauan ke Perumahan Graha Citra Prima Desa Singasari Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor Jawa Barat. Tim menemui Pemerintah Desa Setempat (Ketua RW 05 dan Ketua RT 03) dan mendapat informasi bahwa pada tanggal 20 September 2020 telah terjadi pelarangan pelaksanaan ibadat di rumah pribadi seorang pendeta yang dijadikan rumah ibadat (gereja).

"Masyarakat sudah berulang kali melakukan pelarangan peribadatan di rumah kediaman tersebut karena selain belum mengantongi izin, ibadat juga dilakukan dengan melibatkan orang banyak," kata Ketua RW 05.

Agar informasinya berimbang selanjutnya Tim PKUB bertemu dengan Pendeta Domfry Poli selaku pimpinan Gereje Pantekosta di Indonesia (GPdI) setempat. Bertempat si kediamannya yang juga menjadi tempat ibadat yang viral di media sosial tersebut tim lalu berdialog untuk menggali informasi. Pendeta Domfry mengatakan bahwa keluarganya menempati rumah tersebut sejak tahun 2003 sedangkan untuk mulai melakukan pribadatan di rumahnya dilakukan mulai tahun 2015.

"Kami sudah menempati rumah ini sejak tahun 2003 dan peribadatan di tempat ini dimulai pada tahun 2015," kata Pendeta.

Dari dialog tersebut diketahui bahwa pada tahun 2016 situasi di tempat tersebut sempat menghangat karena adanya penolakan warga sekitar, warga menilai bahwa ada penyalahgunaan fungsi rumah tinggal pendeta tersebut yang dijadikan tempat ibadat dengan mengundang jemaat. Pendeta mengatakan bahwa mereka hanya melakukan pembinaan iman di rumahnya tersebut karena jarak ke gereja yang selama ini digunakan untuk beribadat jauh dan jemaatnya tidak memiliki kendaraan untuk menuju ke gereja tersebut. Selanjutnya pendeta tersebut mengatakan hal itu dilakukan karena berpedomaan bahwa kebebasan beribadah sebagai hak asasi.

Selanjutnya pada hari berikutnya tim berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Bogor bertempat di ruang aula Bakesbangpol Kabupaten Bogor. Pertemuan yang di fasilitasi oleh Badan Kesbangpol Kabupaten Bogor ini dihadiri oleh Kepala Badan Kesbangpol, pimpinan dinas terkait, FKUB, unsur ormas, tokoh masyarakat dan tokoh agama Kabupaten Bogor. Dari pertemuan tersebut menyepakati bahwa penyelesaian kasus isu kerukunan di Desa Singasari Kecamatan Jonggol dikembalikan pada putusan hasil rapat mediasi warga dengan Pendeta Domfry yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 22 Sepetember 2020 (2 hari setelah kejadian), yang mana rapat mediasi yang dipimpin oleh Sekretaris FKUB Kabupaten Bogor tersebut menyimpukan bahwa dalam rangka memelihara kondusifitas dan kerukunanan antar umat beragama di wilayah Kabupaten Bogor, Forum Koordinasi Pimpinan (FORKOPIMDA) Kecamatan Jonggol telah memberikan solusi kepada pihak pendeta Domfry sebagai berikut :

1. Ikut melaksanakan kegiatan peribadatan di gereja Citra Indah City, dengan mengatur pembagian waktu pelaksanaan ibadat;

2. Ikut melaksanakan kegiatan peribadatan di gereja yang berada di kampung Jeprah Desa Singasari;

3. Alternatif terakhir untuk sementara menjalankan kegiatan peribadatan di gereja Yon Pomad Jonggol;

4. Diharapkan pihak Pendeta Domfry untuk sementara waktu tidak mengundang orang dari luar wilayah sampai suasana dimasyarakat mereda dan kondusif kembali;

5. Diharapkan saat ini ibadat dilakukan secara virtual atau online dikarenakan Kabupaten Bogor menerapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) akibat pandemi Covid-19;

6. Kepada masyarakat di Perumahan Graha Citra Prima agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkis;

7. Untuk izin rumah ibadat sementara harus memperhatikan PBM nomor 9 dan 8 tahun 2006 pasal 18 terkait dengan izin sementara pemanfaatan bangunan gedung.

Dalam forum rapat tersebut tim PKUB menyarankan untuk segala hasil keputusan dalam penyelesaian kasus isu KUB khususnya di Kecamatan Jonggol dilakukan dengan musyawarah kekeluargaan dan dapat melibatkan kedua belah pihak, hingga hasilnya dapat diterima dan dijalankan oleh masing-masing pihak. Pihak PKUB berharap bahwa masalah ini harus segera diselesaikan oleh pihak tertentu khususnya Kemenag, FKUB dan pemda setempat, jangan sampai permasalahan ini nantinya menjadi isu-isu gangguan kerukunan yang diviralkan dan bisa menjadi konsumsi politik atau kepentingan lain guna mencari keuntungan oleh pihak-pihak lain. (AHF)