Jumat, 25 September 2020, 07:30

Gali Informasi: Tim PKUB Kemenag RI Tinjau Lokasi Bangunan Tempat Ibadat Jemaat HKBP Yang Sempat Viral di Medsos Pekan Lalu

Kabid Harmonisasi Umat Beragama Anwaruddin Ambary dan Kasubbid Penanganan Isu Kerukunan Achmad Hery Faturochman mendengar informasi dari para pihak

Bekasi (PKUB)---Video tentang adanya sekelompok orang yang dianggap mengganggu pelaksanaan ibadat jemaat HKBP di Kabupaten Bekasi yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu ditindak lanjuti oleh Kementerian Agama RI melalui kunjungan Tim Pusat kerukunan Umat Beragama (PKUB) Sekretariat Jenderal ke lokasi kejadian, untuk mencari informasi dari berbagai sumber terkait kebenaran isu tersebut.

Kepala Bidang Harmonisasi Umat Beragama pada PKUB Anwaruddin Ambary dan Kasubbid Penanganan Isu Kerukunan pada Bidang Harmonisasi Umat Beragama PKUB Achmad Hery Fathurochman, mendapatkan informasi bahwa peristiwa tersebut terjadi di perumahan Kota Serang Baru Grande (KSB) Blok J Desa Wibawa Mulya Kecamatan Cibarusah Cikarang, Kabupaten Bekasi. Selanjutnya melalui pertemuan dengan pihak terkait, diantaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi Shobirin, bersama jajaran, tokoh masyarakat K.H. Ahmad Soleh, pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi Pendeta Adrian, Camat Cibarusah dan Kepala Desa Wibawa Mulya yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi (16/09). Didapati keterangan bahwa peristiwa tersebut dilatarbelakangi oleh adanya penolakan warga atas fungsi rumah tempat tinggal yang dijadikan sebagai tempat ibadat oleh jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Sebelumnya pada tanggal 15 September 2020 telah dilaksanakan dialog antara jemaat HKBP dengan masyarakat setempat yang difasilitasi oleh Polres Kabupaten Bekasi yang turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Bekasi, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bekasi, Camat Cibarusah, Danramil Cibarusah, Ketua FKUB, Perwakilan HKBP Pendeta J. Sihombing dan Pendeta Sirait. Ada 6 hal yang disepakati dalam pertemuan tersebut, diantaranya:

1. Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga Kerukunan Umat Beragama, ketenteraman dan ketertiban lingkungan di Perum KSB Blok J RT.004/009 Desa Wibawamulya Kecamatan Cibarusah kami siap menjaga keharmonisan tersebut;

2. HKBP siap melakukan proses izin sementara untuk kegiatan tempat ibadah Pondok Doa sesuai ketentuan yang berlaku;

3. Kegiatan di tempat ibadat HKBP KSB desa Wibawamulya Kecamatan Cibarusah untuk dihentikan sampai keluar izin dari pejabat yang berwenang;

4. Proses perizinan kegiatan ibadat Pondok Doa dari pengurus kerohanian keagamaan akan ditempuh oleh panitia kerohanian HKBP, KSB Cibarusah kepada instansi terkait dan FKUB Kabupaten Bekasi siap membantu sesuai ketentuan yang berlaku;

5. Waktu lamanya proses perizinan Pondok Doa yang diajukan oleh panitia/pengurus HKBP perum KSB kepada instansi terkait diserahkan kesiapannya kepada pengurus HKBP perum KSB desa Wibawamulya Kecamatan Cibarusah;

6. Proses pengurusan perizinan peribadatan Pondok Doa HKBP perum KSB Desa Wibawamulya Kecamatan Cibarusah diselesaikan dalam waktu 40 hari kerja dan dapat diperpanjang 2 kali.

Tim PKUB meminta pihak-pihak terkait agar selama proses pengurusan perizinan agar masyarakat tetap tenang, jangan ada gangguan antar umat beragama dan meminta pihak pemerintah setempat (Kecamatan dan Kelurahan) dapat menyiapkan rumah ibadat sementara bagi jemaat HKBP. Semua pihak juga diminta untuk mengikuti dan mematuhi kesepakatan yang sudah diputuskan bersama dan terus membangun komunikasi dengan melibatkan FKUB, tokoh agama dan pemerintah setempat dalam menjaga kerukunan dan suasana yang kondusif.