Jumat, 25 Oktober 2019, 09:32

Radikalisme Adalah Ancaman Kerukunan

BUKITTINGGI, PKUB Radikalisme adalah ancaman bagi kerukunan umat beragama. Karena pada dasarnya mereka yang memiliki paham radikal dalam beragama cenderung memiliki pemikiran yang eksklusif. Pemikiran yang demikian akirnya cenderung menyeret seseorang untuk menutup diri dari komunitas lain diluar kelompoknya.

Tidak berhentih disitu, jika kerukunan umat beragama telah terganggu, maka akan terganggu juga pembangunan nasional. Karena kerukunan antar umat beragama menjadi salah satu ukuran keberhasilan sebuah negara. Gangguan kerukunan tersebut bisa datang dari mana saja, salah satunya adalah ancaman radikalisme agama.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama, Nifasri saat memberikan pengarahan dalam pembukaan kegiatan Dialog Kerukunan Umat Beragama di Bukittinggi kemarin, Rabu (23/10).

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Panitia, Desmon Andrian dalam laporannya, kegiatan tersebut dihadiri oleh 100 peserta yang merupakan Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Pemerintah Daerah di Sumatera Barat.

Dihadapan para peserta, Kepala PKUB juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan dengan tetap menjaga kearifan lokal di daerah masing-masing.

"Seperti contoh di masyarakat Minang, disini berlaku falsafah yang sangat dalam maknanya yaitu Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang berarti adat yang berlandaskan syariat yang bersumber dari al-Quran dan Sunnah, jelas sosok yang juga lahir ditanah Minang ini.

Dalam kesempatan itu hadir juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Hendri. Dalam sambutan, beliau menyampaikan kondisi kerukunan umat beragama di Sumatera Barat.

Beliau meyakinkan bahwa di Sumatera Barat kerukunan terjaga dengan baik. Tidak ada isu-isu kerukunan yang terjadi di Sumatera Barat ini. Menurutnya jika terjadi riak-riak konflik, hal tersebut dapat diselesaikan dengan cara adat.

"Kerukunan tersebut dapat terjaga salah satunya berkat adanya Foruam Kerukunan Umat Beragama atau FKUB, saat ini di Sumatera Barat sudah terdapat 16 FKUB dari 19 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat",

Kaitanya dengan apa yang disampaikan oleh Hendri tersebut, Kepala PKUB juga berharap agar dapat segera di bentuk FKUB di daerah yang belum terberntuk. Akan tetapi beliau menyerahkan seluruhnya kepada masyarakat terkait perlu tidaknya FKUB tersebut.

"FKUB diinisiasi oleh masyarakat penerintah baik daerah maupun pusat sifatnya hanya memfasilitasi dan mendampingi semata" ujarnya.

Kegiatan Dialog Kerukunan Umat Beragama di Bukittinggi ini berlangsung hingga hari ini, Jumat (25/10). Selama kegiatan berlangsung, PKUB menghadirkan pembicara yang kompeten beberapa diantarnya adalah Wakil Gubernur Sumatera Barat, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumatera Barat serta satu Guru Besar dari Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang.

Selain sesi ceramah, kegiatan juga diisi dengan sidang komisi dan sidang pleno. Dalam hal ini, Kepala PKUB juga mengajak seluruh peserta untuk memberikan masukan terbaik kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama. Yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

Penulis:Hamdan Yuafi

Dikoreksi oleh: Desmon Andrian (Kepala Sub Bagian Tata Usaha PKUB)

Disetujui oleh: Nifasri (Kepala PKUB)

---------------------------------------

Pusat Kerukunan Umat Beragama

Gedung Kementerian Agama Lt. 5

Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat

Telp: (021) 3149689

Twittter:@PKUB_KemenagRI

Instagram:@PKUB.KemenagRI