Rabu, 2 Oktober 2019, 13:02

Kepala PKUB Pimpin Tokoh Agama Indonesia Promosikan Toleransi Beragama di Finlandia

Kepala PKUB menerima bingkisan dari Mari-Anna Auvinen dalam kunjungannya di Finlandia (1/10). Foto: Anwar/PKUB

Helsinki, PKUB -Dalam rangka memenuhi undangan penerintah Finlandia, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), Nifasri memimpin delegasi tokoh agama dari Papua yaitu Pdt. Yan Piet Wambrau, Pdt. Metusaleh Maury, Pdt. Willem Rumbiak dan Anwaruddin Ambary selaku Kepala Bidang Harmonisasi Umat Beragama pada PKUB melakukan dialog antar tokoh agama Indonesia-Finlandia . Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk berbagi pengalaman tentang toleransi beragama dan kerukunan umat beragama di kedua negara.

Setibanya di Helsinki pada Selasa (1/10) waktu setempat, delegasi Indonesia yang didampingi Duta Besar (Dubes) RI untuk Finlandia dan Estonia Wiwiek Setiowati Firman langsung melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh agama Kristen Finlandia yang tergabung dalam Finnish Ecumenical Council dan the Finnish National Church Council atau yang biasa dikenal juga dengan Evangelical Lutheran Church of Finland.

Wiwiek Setiowati Firman pada awal pertemuan menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang hangat dan ramah dari tuan rumah. Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa maksud kedatangan delegasi RI adalah untuk berbagi pengalaman dan "best practices" antara Indonesia dan Finlandia terutama dalam penanganan konflik.

Sementara itu dalam penyampaiannya Nifasri menyampaikan bahwa mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam namun Indonesia bukan negara Islam tetapi agama menempati posisi sentral dalam bernegara.

Indonesia adalah negara yang memegang teguh kebebasan beragama dan berkeyakinan yang diatur langsung dalam konstitusinya. Konstitusi di Indonesia membebaskan masyarakat dalam memilih agama dan beribadah menurut keyakinannya.

Sampai saat ini, ada 6 agama yang diakui oleh negara. Walaupun di Indonesia memiliki keragaman agama namun masyarakat Indonesia menjunjung tinggi toleransi dalam beragama, jelasnya.

Beliau menambahkan bahwa Kerukunan umat beragama disamping diatur dalam regulasi juga didukung dengan keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang telah tersebar di 511 Kabupaten/Kota di Indonesia. FKUB di Indonesia terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh PKUB berupa workshop, dialog lintas agama, dialog multikultural di lembaga pendidikan dan lain sebagainya.

Tidak ketinggalan delegasi Papua pun ikut bicara. Mereka menyampaikan bahwa peristiwa yg terjadi di Papua bukan merupakan konflik agama. Mereka menjelaskan bahwa konflik yang terjadi tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama, sebaliknya agama adalah salah satu elemen yang dipercaya dapat meredakan ketegangan di Papua. Hal itu karena agama masih sangat dihargai di tanah papua. Dinamika kerukunan umat beragama di Papua yang terjadi memerlukan dukungan yang komprehensif dari berbagai pihak.

Kami tidak bisa jalan dan berdiri sendiri tegasnya.

Sementara itu, dari pihak Finlandia yang diwakili oleh Mari-Anna Auvinen menyampaikan bahwa para agamawan di Finlandia bekerja bersama untuk menjaga harmoni. Kristen Lutheran merupakan mayoritas di Finlandia namun mereka bekerjasama dan membangun hubungan yang baik dengan komunitas Muslim, Yahudi dan lainnya.

Disini, setiap warga negara memiliki hak untuk hidup damai, mendapatkan pendidikan dan untuk hidup layak, kami merasa perlu belajar dari Indonesia yang sudah terbiasa hidup dalam bingkai multietnis dan multikultur jelas perempuan yang juga sebagai Sekretaris Jenderal Finnish Ecumenical Council ini.

Perempuan yang juga pernah menulis buku berjudul African Theology as Liberating Wisdom: Celebrating Life and Harmony in the Evangelical Lutheran Church in Botswana ini juga menyampaikan pentingnya melibatkan tokoh agama local di Finlandia. Sehingga pengalaman Finlandia dalam membangun negara seusai perang dunia ke-2 dapat ditularkan kepada negara lain yang membutuhkan melalui lembaga gereja Finlandia.

Kunjungan delegasi Indonesia di Finlandia tidak sebatas sampai disitu saja. Perjalanan mereka dalam membawa misi menyebarkan pesan toleransi beragama di Indonesia pada kancah internasional akan masih berlanjut hingga Jumat (4/10) mendatang.

Penulis:Hamdan Yuafi

Dikoreksi oleh: Anwaruddin Ambary (Kepala Bidang Harmonisasi Umat Beragama pada PKUB)

Disetujui oleh: Nifasri (Kepala PKUB)

---------------------------------------

Pusat Kerukunan Umat Beragama

Gedung Kementerian Agama Lt. 5

Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat

Telp: (021) 3149689

Twittter:@PKUB_KemenagRI

Instagram:@PKUB.KemenagRI