Kamis, 5 September 2019, 09:15

Dialog Lintas Agama Bukan Untuk Membenarkan Semua Agama, Tapi Membangun Toleransi

Sekjen Kemenag, M Nur Kholis Setiawan (Depan, Berdiri) saat membuka kegiatan Dialog Lintas Agama di Kota Malang, Rabu (4/9/2019).

MALANG, PKUB Dialog lintas tidak dimaksudkan untuk menggoyang keimanan kita, melainkan sebaliknya yaitu untuk memperkuat keimanan kita. Dialog lintas agama juga sejatinya ditujukan untuk mencari titik temu dimensi horizontal berupa hubungan kita sesama manusia.

Hal itu juga yang melandasi Pemerintah melalui Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI senantiasa menyelenggarakan kegiatan Dialog Lintas Agama terkait pemeliharaan dan penguatan kerukunan umat beragama. Yang paling baru, PKUB menyelenggarakan dialog lintas agama di Kota Malang hari ini, Rabu (4/9/2019).

Dalam kegiatan ini hadir sebagai peserta adalah tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat di Jawa Timur, Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Timur, Pengurus FKUB Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, Pengurus Organisasi Masyarakat Binaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Pengurus Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) dan Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kota Malang serta Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah( MKKS) Madrasah di Kota Malang.

Sebagaimana dijelaskan oleh ketua panitia dalam kegiatan tersebut, Muhammad Diansyah, tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk melakukan pembinaan kerukunan umat beragama guna menjalin komunikasi dan silaturahmi dalam rangka meyerap aspirasi serta menepis berbagai isu keagamaan yang dapat menggiring kepada konflik atau disintegrasi bangsa.

Hadir membuka kegiatan tersebut adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, M Nur Kholis Setiawan. Dalam pengarahannya beliau memulai dengan mencoba menghubungkan antara Tasawuf dan Dialog Lintas Agama. Dalam upaya beliau itu, beliau mengutip sebuah kutipan dalam karya fonumental dari Imam Ghozali yaitu Ihya Ulumuddin. Dalam kutipan tersebut disebutkan, jika kita ingin menambah kualitas kehidupan kita, maka kita harus mencontoh apa yang dilakukan oleh para sahabat dan generasi auliya atau kekasih Allah setelahnya.

Kenapa Sahabat? Karena para sahabat dan tabiin dan seterusnya itu memiliki kesalihan yang komplit, tidak hanya salih ritual atau ibadah, akan tetapi juga salih secara hubungan sosial, jelasnya.

Dengan kata lain, menurut Imam Ghozali sebagaimana dikutip M Nur Kholis Setiawan, jika kita ingin menambah kualitas kehidupan kita maka caranya adalah dengan meneladani kesalihan sosial para generasi sahabat Nabi dengan cara terus menjalin hubungan yang baik sesama manusia. Dengan kata lain terus menjalin dialog atau komunikasi lintas agama.

Kaitanya dengan dialog lintas agama, beliau juga menyampaikan bahwa dialog lintas agama sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyamakan dan membenarkan semua agama. Malah sebaliknya, justru untuk memperkokoh keyakinan masing-masing demi menumbuhkan sikap toleran atau sikap saling menghargai antar pemeluk agama.

Saya sebagai seorang Muslim, wajib hukumnya saya mengimani Islam satu-satunya kebenaran, Saudara sebagai seorang Kristiani, juga wajib meyakini Kristen sebagai agama yang paling benar menurut saudara, jadi dialog lintas iman sama seklai tidak dimaskudkan untuk menyamakan semua agama akan tetapi sebaliknya, dimaksudkan untuk menumbuhkan sikap toleran atau sikap saling menghargai, demikian sosok alumni Bonn University Jerman ini menjelaskan.

Kegiatan tersebut akan masih berlangsung hingga besok, Jumat (6/9/2019) . Beberapa narasumber akan diagendakan hadir, diantaranya Staf Khusus Presiden RI bidang Keagamaan Internasional, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Badan Penelitian, Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama serta pejabat di lingkungan PKUB sendiri.

Penulis:Hamdan Yuafi

Editor: Muhammad Diansyah (Kepala Sub Bidang Forum Kerukunan Umat Beragama PKUB)

Disetujui oleh: Aliefosra Nur (Kepala Bidang Bina Lembaga Kerukunan Agama dan Lembaga Keagamaan PKUB)

---------------------------------------

Pusat Kerukunan Umat Beragama

Gedung Kementerian Agama Lt. 5

Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat

Telp: (021) 3149689

Twittter:@PKUB_KemenagRI

Instagram:@PKUB.KemenagRI