Selasa, 30 Juli 2019, 18:45

Dialog Lintas Agama Cianjur, Kepala PKUB: FKUB adalah Garda Terdepan Kerukunan

Kepala PKUB (lima dari kiri) berfoto bersama jajaran pengurus FKUB dalam dialog lintas agama di Cianjur. Foto: Romi/PKUB

CIPANAS, PKUB---Kerukunan umat beragama adalah suatu keadaan yang sangat dinamis, mungkin sekarang rukun, belum tentu esok hari, bisa dikemudian hari ada friksi-friksi seperti pembangunan rumah ibadah dan penyiaran agama yang dapat memicu intoleransi. Atas dasar ini Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) menyelenggarakan kegiatan Dialog Lintas Agama terkait pemeliharaan dan penguatan kerukunan umat beragama di Cianjur hari ini, Selasa (30/7/2019). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mrmperkuat komitmen kita untuk memperkuat kerukunan umat beragama.

Tujuannya tidak lain adalah merekatkan kita semua, dan salah satu tugas PKUB adalah membuka sebanyak-banyaknya ruang dialoglintas agama, ujar Ubaidillah selaku ketua panitia kegiatan ini.

Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh lintas agama dari bebrabgai organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Cianjur. Hadir dalam kegiatan ini 40 tokoh lintas agama. Sedangkan untuk narasumber PKUB menghadirkan Pewakilan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur dan Wakil Ketua FKUB serta Kepala PKUB.

Dalam penyampaiannya Kepala Sub Bagian Tata Usaha yang mewakili Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur menyampaikan kondisi kerukunan yang ada di Cianjur. Beliau menyampaikan bahwa kondisi kerukunan yang ada di Cianjur terjaga dengan kondusif. Beliau juga mengapresiasi kinerja Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang ada di Cianjur.

Alhamdulillah di Cianjur FKUB eksis walaupun dari segi angka bantuan operasional masih terbatas, FKUB juga selalu tanggap untuk menyelesaikan isu kerukunan. Kami di Kementerian Agama sendiri juga selalu mengajak masyarakat Cianjur untuk mengkonfirmasi setiap berita atau isu yang beredar, ujarnya.

Sementera itu Wakil Ketua FKUB, KH. T Djauharuddin menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Cianjur sangat memperhatikan FKUB salah satunya berupa fasilitas kantor dan mobil operasional.

Kami berterima kasih kepada kepala daerah atas dukungan kepada kami yang alhamdulillah sudah cukup, demikian beliau berterimakasih kepada pemda.

Beliau juga menyampaikan kegelisahanya terkait ada suatu organisasi masyarakat yang menuduh Cianjur sebagai wilayah intoleran. Beliau menyampaikan bahwa beliau tidak suka jika ada yang menilai Cianjur itu intoleran.

Ada ormas yang menilai seperti itu, setelah saya bertemu dengan ormas bersangkutan ternyata persoalan kecemburuan dilatarbelakangi masalah pembangunan rumah ibadah yang belum memenuhi persyaratan, demikian beliau menjelaskan.

Berkesempatan memberikan materi terakhir dalam kegiatan ini Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama, Nifasri. Beliau mengajak kepada seluruh peserta untuk aktif memberikan masukan kepada FKUB. Saya melihat peran FKUB sangat penting sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan.

Sumber: Liputan Langsung

Penulis: Hamdan Yuafi

---------------------------------------

Pusat Kerukunan Umat Beragama

Gedung Kementerian Agama Lt. 5

Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat

Telp: (021) 3149689

Twittter:@PKUB_KemenagRI

Instagram:@PKUB.KemenagRI