Rabu, 24 Juli 2019, 12:01

Perkuat Kerjasama Interfaith Dialogue, DIPLIK Berkunjung ke PKUB

Suasana rapat antara PKUB dan DIPLIK membahas evaluasi dan tindak lanjut program interfaith dialogue. Foto: Romi/PKUB

JAKARTA, PKUB --- Program yang membawa nama baik Indonesia di kancah Internasional harus terus digalakkan. Salah satunya adalah program yang mempromosikan fakta masyarakat Indonesia yang sangat harmonis dalam keberagaman. Hal tersebut yang menginspirasi terjalinnya kerjasama antara Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI dan Direktorat Diplomasi Publik (DIPLIK) Kementerian Luar Negeri RI.

Dalam rangka mendiskusikan tindak lanjut dan evaluasi atas berbagai kerjasama di tahun 2019, hari ini, Rabu (24/7/2019) rombongan DirektoratDIPLIK berkunjung kekantor PKUB. Datang langsung memimpin rombongan, Direktur DIPLIK Azis Nurwahyudi. Kedatangan mereka disambut dengan hangat oleh pejabat dan staf PKUB yang dipimpin langsung oleh Kepala PKUB Nifasri.

Interfaith Dialogue

Dalam kunjungan ini dibahas mengenai kerjasama programInterfaith Dialogueyang selama ini telah terjalin antara PKUB dan DIPLIK. Dalam waktu dekat PKUB dan DIPLIk akan menerima kunjungan dari 15 tokoh lintas agama dari Myanmar. Selama di Indonesia, para tokoh agama dari Myanmar ini akan diajak untuk merasakan langsung keberagamaan di Indonesia yang dibingkai dalam kehidupan yang harmonis. Mereka akan diajak berkunjung ke berbagai tempat ibadah di Indonesia, beberapa diantaranya adalah Candi Mendut dan Masjid Jogokariyan Yogyakarta.

Tidak hanya dari Myanmar, menyusul pada bulan Oktober nanti PKUB dan DIPLIK akan menyelenggarakan programinterfaith dialogueskala Internasional dengan Republik Serbia.Kerjasama antara PKUB dan DIPLIKtidak terbatas pada yang sifatnya menerima tokoh agama dari luar negeri, akan tetapi juga mengirimkan tokoh agama dari Indonesia ke luar negeri. Tujuannya agar para tokoh agama merasakan langsung kehidupan beragama di luar negeri serta sebagai sarana mempromosikan kehidupan beragama Indonesia yang toleran di kancah internasional. Yang paling dekat adalah rencana program pengiriman tokoh agama ke Norwegia dan Denmark pada September nanti.

Pelibatan Guru Lintas Agama

Baik Kepala PKUB maupaun Direktur DIPLIK, keduanya saling mengapresiasi kerja masing-masing dalam setiap program yang telah terlaksana. Secara khusus Kepala PKUB memberikan beberapa evaluasi terkait programinterfaith dialogueini. Salah satunya terkait delegasi yang dikirimkan ke luar negeri. Menurut beliau sangat perlu untuk mengirimkan unsur masyarakat lain seperti guru lintas agama.

"Mungkin suatu saat perlu kita kirim juga para guru (lintas) agama, tidak terus-terusan tokoh agama semata, mengingat banyak penelitian yang menyebutkan bahwa guru agama cenderung intoleran", demikian beliau mengevaluasi.

Menanggapi hal tersebut, Direktur DIPLIK mengapresiasi dan mengakomodir ide dari Kepala PKUB tersebut. Beliau menyampaikan bahwa hal tersebut dapat saja dilakukan dan bukan hal yang tidak mungkin. Senada dengan Kepala PKUB, Direktur DIPLIK menegaskan pentingnya guru agama melakukan kunjungan ke rumah ibadah agama lain dan dialog lintas agama untuk meningkatkan pemahaman toleransi guru agama.

"Bisa kita ajak mereka untuk berkunjung ke Gereja Orthodox, agar mereka tahu mengenai agama tersebut, karena kesannya masih tabu di Indonesia jika asal guru agama Islam (misal) yang berkunjung ke Gereja di Indonesia" demikian beliau menjelaskan.

Mengakhiri pertemuan ini, Direktur DIPLIK berkesempatan berfoto bersama dengan Kepala PKUB.

Sumber: Liputan Langsung

Penulis:Hamdan Yuafi

---------------------------------------

Pusat Kerukunan Umat Beragama

Gedung Kementerian Agama Lt. 5

Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat

Telp: (021) 3149689

Twittter:@PKUB_KemenagRI

Instagram:@PKUB.KemenagRI