Kamis, 18 Juli 2019, 16:32

Rumah Betang, Filosofi Masyarakat Kalimantan Tengah Dalam Menjaga Kerukunan

Kepala PKUB (berdiri) saat memberikan materi dalam kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Pengurus FKUB di Palangkaraya. Foto: Paulus

PALANGKARAYA, PKUB --- Peran dan fungsi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam memperkuat, merawat dan mengembangkan kerukunan antar umat beragama di Indonesia sangatlah penting. Tidak terlepas di Provinsi Kalimantan Tengah, hal ini sangat disadari oleh seluruh peserta yang ikut dalam kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Pengurus FKUB di Palangkaraya yang berlangsung kemarin (17/07) hingga esok(19/07). Dalam kegiatan yang bertempat di Aquarius Boutique Hotel Palangkaraya ini hadir 70 (tujuh pulih)peserta yang merupakan perwakilan pengurus FKUB dari seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah.

Kesadaran tersebut terungkap dalam dialog antara Kepala Pusat Kerukuna Umat Beragama (PKUB) Nifasri dengan para peserta. Selain menyadari tanggung-jawab mereka yang sangat besar, mereka juga sadar bahwa dalam pelaksanaan tugas-tugas harian di lapangan, jugaterdapat sejumlah kendala dan persoalan teknis. Salah satunya, persoalan peningkatan anggaran untuk operasional FKUB yang dirasa masih kurang mendapatkan perhatian dari stakeholderterkait, diantaranya pemerintah daerah.

Kendala lainyang menjadi perhatian pengurus FKUB di Provinsi Kalimantan Tengah adalah terkait kepemilikan tanah. Sejumlah pemilik modal khususnya pemilik lahan untuk perkebunan kepala sawit cenderung tidak memaksimalkan partisipasi mereka untuk terlibat dalam menjaga kerukunan, sebaliknya malah menjadi pemicu konflik. Pemicu konflik dari sisi ekonomi seperti ini menjadi tantangan baru bagi para pengurus FKUB.

Sekalipun demikian, masyarakat Kalimantan Tengah meliliki filosofi 'Rumah Betang' yangmemiliki makna menerima dan tidak pernah mempersoalkan adanya perbedaan suku atau agama. 'Rumah Betang' adalah simbol kesatuan dan kebersamaan masyarakat Kalimantan Tengah khususnya dalam budaya masyarakat Dayak.

Berkesempatan menjadi narasumber dan fasilitator dalam workshop ini adalah Dr. Musahadi, M. Ag dan Usfiyatul Marfuah, M. Si yang merupakan bagian dariWalisongo Mediation Centre. Timyang berada dibawah naunganUniversitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang ini memberikan materi tentang manajemen konflik. Materi menyangkut bagaimana mendeteksi penyebab dan sumber konflik dan selanjutnya bagaimana cara dan pendekatan dalam menyelesaikan konflik yang timbul. Selain itu hadir pula narasumber dari Biro Keuangan Sekretariat Jenderal Kementerian Agaman yang memberikan peta kepada para pengurus FKUB tentang anggaran FKUB yang ada di Kementerian Agama RI.

Penulis: Paulus Tasik Galle

Editor:Hamdan Yuafi

---------------------------------------

Pusat Kerukunan Umat Beragama

Gedung Kementerian Agama Lt. 5

Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat

Telp: (021) 3149689

Twittter:@PKUB_KemenagRI

Instagram:@PKUB.KemenagRI