Rabu, 17 Juli 2019, 11:53

Untuk Dipamerkan di Parlemen Eropa, Dua Fotografer Belgia Potret Kerukunan di Indonesia

Dua fotografer dari Belgia (berkalung kamera) bertemu dengan Kepala PKUB dan Tim. Foto: Paulus

JAKARTA, PKUB --- Menceritakan keragaman Indonesia dalam perspektif hidup yang toleran, damai dan rukun dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dalam bentuk foto. Hal ini pula yang dilakukan oleh dua fotografer dari Belgia yang berkunjung ke Indonesia untuk memotret terkait toleransi dan kerukunan di Indonesia. Kedua fotografer dari Beligia itu adalah Nick Somers dan Boris Vermeersch yang didampingi asisten mereka Margot Vandevoort.

Didampingi oleh Tim PKUB, Nick Somers menapaki perjalanan memotret kehidupan keberagamaan di Jakarta, Semarang, Yogyakarta dan Surakarta. Selama dalam perjalanan mulai dari tanggal 7 s.d. 13 Juli 2019, Nick memotret sebagian besar situs, rumah ibadah, aktivitas umat di rumah ibadah, kehidupan harian masyarakat. Hal serupa juga dilakukan oleh Boris Vermeersch yang melakukan rute perjalanan dari Jakarta, Malang, Surabaya dan Bali.

Kedatangan fotografer dari Brussel ini menjadi istimewa dan strategis karena memberikan kesan orang barat yang berkenan membuka mata dan belajar melalui lensa kamera tentang keberagaman Indonesia untuk kemudian dipromosikan kepada dunia. Yang lebih strategis, hasil jepretan kamera mereka nantinya akan dipamerkan di hadapan Parlemen Eropa pada Oktober mendatang.

Menerima kunjungan kedua fotografer tersebut, Kepala PKUB menyampaikan bahwa kekayaan bangsa dalam keragaman keagamaannya perlu terus menerus diceritakan kepada dunia, bagaimana warisan hidup bersama yang rukun, damai, dan toleran sudah sejak awal menjadi bagian dari jatidiri Indonesia dimana kehidupan umat beragama dapat berdampingan satu sama lain.

"Program ini diharapkan dapat menceritakan Indonesia dengan lebih baik dan komprehensif khususnya oleh 'Barat' dari Indonesia untuk dunia", demikian beliau menegaskan.

Di akhir kesempatan ini, kedua fotografer dan asistennya menyampaikan bahwa selama perjalanan ini mereka merasakan dan menilai keberagaman di Indonesia sangat luar biasa. Mereka sangat berterimakasih sudah dilibatkan dalam proyek ini dan mereka berjanjik akan menyuguhkan hasil terbaik mereka di hadapan Parlemen Eropa.

"It has been an amazing experience and I am very grateful for every moment of help, fun company and patience you have all given me during my stay and my work here. Terima Kasih!!!, ujar Nick Somers.

I exactly feel the same way...what a welcome and warmth. What a synthesis of positive power...we take this to the European Parliament!!!!, demikian Boris Vermeersch menambahkan.

Thanks for arranging everything, Thanks for having me, Thanks for your infinite kindness, Thanks for showing us your beautiful culture, demikian Margot Vandevoort menutup dengan memuji keindahan Indonesia dan keberagaman budayanya.

Penulis: Paulus Tasik Galle

Editor: Hamdan Yuafi

---------------------------------------

Pusat Kerukunan Umat Beragama

Gedung Kementerian Agama Lt. 5

Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat

Telp: (021) 3149689

Twittter:@PKUB_KemenagRI

Instagram:@PKUB.KemenagRI

Berita Lainnya
Senin, 1 Juli 2019, 13:03

Kunjungi PKUB, ICRS Diskusikan Diseminasi Kebebasan Beragama

Kamis, 27 Juni 2019, 21:55

Sekjen Kemenag: Kegiatan Kerukunan Harus Sering Libatkan Generasi Muda

Jumat, 21 Juni 2019, 12:00

Kunjungi Kantor PKUB, Asia Foundation Jajaki Kerjasama Program

Rabu, 15 Mei 2019, 09:54

Melalui Workshop Manajemen Isu Kerukunan, PKUB Perkuat Konduktor Pesan Kerukunan di Purwakarta

Selasa, 14 Mei 2019, 10:56

Bhakti Sosial Waisak 2019 Ajarkan Kemanusiaan Dalam Keberagamaan