Selasa, 2 Juli 2019, 10:50

Produksi Film Dokumenter Kerukunan, Tim Peneliti UGM Selenggarakan FGD di Singkawang

Wakil Walikota Singkawang H. Irwan (kanan) saat memberikan pemaparan terkait kerukunan di Kota Singkawang. Foto: Aris/Kanwil Kemenag Kalbar

SINGKAWANG, PKUB --- Peneliti dari Universitas Gajah Mada (UGM) yang dipimpin oleh Rizal berkunjung ke Kota Singkawang dalam rangka penelitian dan melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) terkait strategi pembinaan kerukunan di Kota Singkawang. Rombongan dari UGM ini telah berada di Singkawang sejak 30 Juni yang lalu.

Puncak dari Focus Group Discussion ini berlangsung kemarin, Senin (1/7/2019) bertempat di Ruang Gayung Bersambut Kantor Walikota Singkawang. Hadir dalam FGD ini, perwakilan dari FKUB Kota Singkawang dan Forum Komunikasi Pemuda Lintas Agama. Hadir pula dalam kesempatan ini Kepala Sub Bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama (Kasubbag Hukum dan KUB) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Aris Sujarwono.

FGD ini dimulai dengan pemaparan Wakil Walikota Singkawang, H.Irwan yang menjabarkan kondisi alam dan sosial kemasyarakatan yang ada di Kota Singkawang. Disambung dengan pemaparan Ketua FKUB Kota Singkawang, Baharuddin yang menjelaskan keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) sambil memperkenalkan satu persatu personil yang hadir serta program pembinaan kerukunan umat beragama di Kota Singkawang.

"Salah satunya, program yang dilaksanakan oleh Subbag Hukum dan KUB Kanwil Kemenang Provinsi Kalimantan Barat baru baru ini adalah Workshop Pencegahan Konflik Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota yang mengundang seluruh Aktor Kerukunan yaitu Pengurus FKUB se Provinsi Kalimantan Barat serta beberapa perwakilan Pemuda Lintas Agama di Kota Pontianak", ujarnya

Rizal selaku pimpinan tim peneliti, mengapresiasi program Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Barat yang memang sangat diperlukan dalam mencegah dan menjaga kerukunan umat beragama di provinsi ini. "Predikat Kota Tertoleran bukan tanpa tantangan, harus selalu dijaga dan dirawat oleh seluruh komponen yang hadir, tidak terkecuali Kementerian Agama dan FKUB setempat", ujarnya

Dalam FGD ini, Rizal juga menggali informasi penting dari seluruh peserta yang hadir. Setiap peserta ditanya tentang kunci sukses dan benang merah dalam merawat kerukunan di Kota Singkawang. Mereka ditanya terkait kerukunan dan perbedaan dalam agama yang sangat toleran. Semua peserta menjawab dengan arif dan bijak mengenai kondisi sosial masyarakat, hidup berdampingan dengan warga beda etnis dan agama, serta tradisi agama yang mereka rasakan indah dan menarik tentunya dengan kekhasan dan kearifan lokal yang dimiliki dan tidak ada di daerah lain.

Kedepannya semua jawaban tersebut akan dirangkum Tim Peneliti UGM untuk membuat fim dokumenter di universitas mereka. Sebagaimana diketahui, UGM telah memiliki dan menerapkan kajian multikultural bagi mahasiswa mereka. Dengan referensi film dokumenter yang berjudul Multikulturalisme Masyarakat Kota Singkawang Dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika ( Sebuah Eksplorasi Kearifan Lokal ), maka akan menambah khazanah informasi kerukunan yang multikulturalisme dari berbagai provinsi dan daerah di Indonesia. Tidak hanya di pula Jawa saja, namun Kota Singkawang di Kalimantan Barat mampu mewarnai kerukunan umat beragama yang berbasis kearifan lokal.

Sumber: Aris Sujarwono

Editor: Hamdan Yuafi

Berita Lainnya
Senin, 1 Juli 2019, 13:03

Kunjungi PKUB, ICRS Diskusikan Diseminasi Kebebasan Beragama

Kamis, 27 Juni 2019, 21:55

Sekjen Kemenag: Kegiatan Kerukunan Harus Sering Libatkan Generasi Muda

Jumat, 21 Juni 2019, 12:00

Kunjungi Kantor PKUB, Asia Foundation Jajaki Kerjasama Program

Rabu, 15 Mei 2019, 09:54

Melalui Workshop Manajemen Isu Kerukunan, PKUB Perkuat Konduktor Pesan Kerukunan di Purwakarta

Selasa, 14 Mei 2019, 10:56

Bhakti Sosial Waisak 2019 Ajarkan Kemanusiaan Dalam Keberagamaan