Senin, 1 Juli 2019, 13:03

Kunjungi PKUB, ICRS Diskusikan Diseminasi Kebebasan Beragama

Kepala PKUB Nifasri (kanan) tengah berbincang dengan core doctoral faculty ICRS Dicky Sofjan (kiri). Foto: Hamdan/PKUB

JAKARTA, PKUB --- Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) hari ini, Senin (1/07/2019) menerima kunjungan dari Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS). ICRS adalah sebuah program pendidikan doktoral dalam bidang studi lintas agama yang berbasis di Yogyakarta. Program ini merupakan hasil kerjasama antara Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan Universitas Kristen Duta Wacana.

Rombongan dari ICRS dipimpin langsung oleh Dicky Sofyan yang merupakan core doctoral faculty dalam program ini. Maksud utama kunjungan dari ICRS adalah untuk mengundang Kepala PKUB berkenan membuka kegiatan yang diadakan oleh ICRS dengan topik Research Dissemination Dialektika Kebebasan Beragama dan Kerukunan Umat Beragama yang diselenggarakan di Gedung Kementerian Agama Thamrin hari ini.

Kaitannya dengan kegiatan ini, Dicky menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merumuskan artikulasi yang tepat antara kebebasan beragama atau kerukunan beragama untuk menggambarkan relaitas sosial kehidupan beragama di Indonesia.

Hal ini menarik untuk dikaji mengingat istilah yang digunakan dalam UUD 1945 pasar 29 yang berimplikasi kebebasan sementara banyak peraturan perundang-undangangan dibawahnya yang menggunakan istilah kerukunan, tutur sosok yang pernah menyelesaikan studi doktoral Political Studies di National University of Singapore ini.

Menanggapi hal itu, Kepala PKUB Nifasri menyampaikan bahwa diseminasi tersebut sejatinya sangat sesuai dengan mantra Kementerian Agama yaitu Moderasi Beragama.Keduanya sudah terkandung dalam pesan moderasi beragama tersebut. Sebenarnya kedua artikulasi tersebut sudah tergambarkan dalam mantra yang sering disampaikan oleh Bapak Menteri yaitu Moderasi Beragama, demikian beliau menjelaskan.

Dalam kesempatan ini, Dicky juga menyampaikan bahwa ICRS, selain menyelenggarakan program doctoral, juga memiliki program unggulan berupa short course pembekalan pengetahuan terkait kehidupan beragama di Indonesia untuk para diplomat dari luar negeri. Yang paling baru, ICRS akan menyelenggarakan short course kepada para diplomat dari Afghanistan.

Kepala PKUB menyambut baik program tersebut dan berharap dapat terus menjalin kerjasama dengan ICRS.

Penulis: Hamdan Yuafi

Sumber: Reportase Langsung

Berita Lainnya
Selasa, 2 Juli 2019, 10:50

Produksi Film Dokumenter Kerukunan, Tim Peneliti UGM Selenggarakan FGD di Singkawang

Kamis, 27 Juni 2019, 21:55

Sekjen Kemenag: Kegiatan Kerukunan Harus Sering Libatkan Generasi Muda

Jumat, 21 Juni 2019, 12:00

Kunjungi Kantor PKUB, Asia Foundation Jajaki Kerjasama Program

Rabu, 15 Mei 2019, 09:54

Melalui Workshop Manajemen Isu Kerukunan, PKUB Perkuat Konduktor Pesan Kerukunan di Purwakarta

Selasa, 14 Mei 2019, 10:56

Bhakti Sosial Waisak 2019 Ajarkan Kemanusiaan Dalam Keberagamaan