Selasa, 14 Mei 2019, 10:56

Bhakti Sosial Waisak 2019 Ajarkan Kemanusiaan Dalam Keberagamaan

Kepala PKUB saat berdiskusi dengan dokter bedah dalam Bhakti Sosial Peringatan Waisak 2563 BE/2019 M di Komplek Borobudur (14/5/2019)

MAGELANG, PKUB - Sejatinya kemanusiaan dan keberagamaan tidak dapat dipisahkan. Orang yang beragama sudah barang tentu harus memiliki nilai kemanusiaan yang dalam. Tidak benar jika agama anti kemanusiaan. Sebaliknya agama sangat mendukung nilai kemanusiaan.

Hal ini juga yang ditunjukkan olehPerwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) dalam memperingati Tri Suci Waisak 2563 BE/2019 M ini. Untuk menguatkan hubungan antara kemanusiaan dan keberagamaan, pada tahun ini WALUBI menyelenggarakan Bhakti Sosial berupa pengobatan gratis kepada masyarakat tidak mampu di Magelang dan sekitarnya.

Kegiatan ini dilaksanakandi Taman Lumbini Komplek Candi Agung Borobudur. Sedari pukul 6 pagi sudah dibuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pengobatan gratis.

Libatkan Ribuan Masyarakat

Nilai kemanusiaan dalam kegiatan ini menjadi semakin kental mengingat akan melayani pengobatan gratis untuk lebih dari 8000 masyarakat yang tidak dibedakan agamanya. Bhakti sosial ini juga melibatkan ratusan tenaga medis dan dokter sepsialis yang berlatar belakang lintas agama.

Kegiatan gratis ini terselenggara berkat kerjasama antara WALUBI dan PuskesAD, DiskesAU, DiskesAL, Dinas Kesehatan Kab. Magelang, RS Suci Paramita, RST dr. Soedjono, dan RSUP dr. Sardjito.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Saefudin. Beliau hadir dalam kesempatan pembukaan Bhakti Sosial hari ini, Selasa (14/4/2019). Beliau menyempatkan melihat langsung salah satu bilik pemeriksaan berupa bedah minor. Beliau menyampaikan inilah bentuk perpaduan keberagamaan dan kemanusiaan yang sejati. Coba perhatikan, ini acara agama Buddha akan tetapi melibatkan dokter lintas agama dan masayarakat yang berobat juga lintas agama, dan semua dilayani dengan baik ujar beliau.

Mari Berbagi dan Melayani

Kegiatan Bhakti Sosial ini merupakan sebagaian kecil dari kegiatan Tri Suci Waisak 2563 yang mengambil tema Pahami Hati, Tampakkan Kesejatian Diri. Yang lebih mengena adalah sub tema dari kegiatan ini yaitu Implementasi Bodhisattvayana dengan Berbagi dan Melayani.

Ketua Umum WALUBI Siti Hartarti Murdaya menyampaikan bahwa sub tema tersebut merupakan landasan WALUBI dalam melaksanakan Bhakti Sosial ini. Ini adalah bentuk WALUBI berbagi dan melayani masyarakat sebagai implementasi Bodhisattvayana, ujar nya.

Kegiatan Bhakti Sosial ini sendiri masih akan berlangsung hingga esok hari, Rabu (15/5/2019). Sementara puncak peringatan hari Tri Suci Waisak 2019 akan jatuh pada hari Minggu 19 Mei 2019 pukul 04.11 dini hari bertepatan dengan Bulan Purnama Sidhi.

Penulis:Hamdan Yuafi

Sumber: Reportase Langsung

---------------------------------------

Pusat Kerukunan Umat Beragama

Gedung Kementerian Agama Lt. 5

Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat

Telp: (021) 3149689

Twittter:@PKUB_KemenagRI

Instagram:@PKUB.KemenagRI

Berita Lainnya
Selasa, 2 Juli 2019, 10:50

Produksi Film Dokumenter Kerukunan, Tim Peneliti UGM Selenggarakan FGD di Singkawang

Senin, 1 Juli 2019, 13:03

Kunjungi PKUB, ICRS Diskusikan Diseminasi Kebebasan Beragama

Kamis, 27 Juni 2019, 21:55

Sekjen Kemenag: Kegiatan Kerukunan Harus Sering Libatkan Generasi Muda

Jumat, 21 Juni 2019, 12:00

Kunjungi Kantor PKUB, Asia Foundation Jajaki Kerjasama Program

Rabu, 15 Mei 2019, 09:54

Melalui Workshop Manajemen Isu Kerukunan, PKUB Perkuat Konduktor Pesan Kerukunan di Purwakarta