Kamis, 28 Maret 2019, 15:24

Kepala PKUB Ajak Tokoh Agama Bogor Terus Sosialisasikan Regulasi Terkait Kerukunan

Kepala PKUB (Kiri, Berdiri) tengah memberikan pengarahan dihadapan peserta Workshop di Bogor hari ini, Kamis (28/03/2019). Foto: Herry/PKUB

Bogor, PKUB - Jika kita perhatikan mungkin sudah tidak ada satu negarapun di dunia ini yang memiliki masyarakat yang homogen atau hanya dihuni oleh satu pemeluk agama tertentu. Sehingga negara harus hadir untuk memastikan warga yang berbeda itu dapat hidup dengan harmonis. Cara berbeda diterapkan setiap negara dalam mengatur dan menjaga kerukunan di antara warga negaranya.

Dalam kondisi seperti itu, pembicaraan tentang regulasi yang akan mengatur hubungan antar dan internal umat beragama tidak bisa dihindarkan. Seperti contoh di negara kita Indonesia, kebebasan beragama dan perlindungan hak untuk menjalankan ajaran agama telah tertuang dalam UUD 1945. Menguatkan UUD ini kemudian diterbitkan Peraturan Bersama Menteri (PBM) antara Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No 9 dan 8 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadah.

Hal tersebut senada dengan pemaparan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Saefudin dalam kesempatan Workshop Sosialisasi Regulasi Terkait Kerukunan Umat Beragama di Kota Bogor hari ini, Kamis (28/03/2019). Pada kesempatan ini beliau mengajak seluruh peserta untuk senantiasa menjaga kerukunan antar umat beragama dengan selalu mengedepankan peraturan perundang-undangan yang ada.

"Indonesia sudah sejak dulu peduli akan kerukunan umat beragama, sejak tahun 1965 kita sudah punya UU PNPS kemudian pada 2006 disepakati PBM No 9 dan 8, hal ini menunjukan bahwa pemerintah pada masa itu sadar betul betapa Indonesia sangat multi agama dan sangat penting untuk menjaga hubungan baik antar pemeluk agama. Yang perlu kita lakukan hari ini sederhana, mari bersama kitajaga kerukunan umat beragama dengan berpedoman dua peraturan perundang-undangan tersebut" demikian beliau menjelaskan.

Dalam kesempatan ini beliau juga menyampaikan agar segenap elemen masyarakat menjaga diri agar tidak memperkeruh keadaan dengan tidak membagikan/menshare berita yang belum tentu kebenarannya. "Terutama menjelang Pemilu serentak 2019, jangan sampai kita memperkeruh keadaan dengan menyebar berita hoax, akan menjadi lebih lebih parah jika hoax itu disebarkan oleh tokoh agama atau tokoh terpelajarmar" pesan beliau.

Dalam kesempatan terakhir, beliau senantiasa mengajak seluruh tokoh agama di Bogor untuk aktif mensosialisasikan regulasi terkait kerukunan di tengah-tengah masyarakat terutama menjelang Pemilu 2019 ini.

Penulis:Hamdan Yuafi

Editor: Achmad Hery Fathurochman

---------------------------------------

Pusat Kerukunan Umat Beragama

Gedung Kementerian Agama Lt. 5

Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat

Telp: (021) 3149689

Twittter:@PKUB_KemenagRI

Instagram:@PKUB.KemenagRI

Berita Lainnya
Selasa, 2 Juli 2019, 10:50

Produksi Film Dokumenter Kerukunan, Tim Peneliti UGM Selenggarakan FGD di Singkawang

Senin, 1 Juli 2019, 13:03

Kunjungi PKUB, ICRS Diskusikan Diseminasi Kebebasan Beragama

Kamis, 27 Juni 2019, 21:55

Sekjen Kemenag: Kegiatan Kerukunan Harus Sering Libatkan Generasi Muda

Jumat, 21 Juni 2019, 12:00

Kunjungi Kantor PKUB, Asia Foundation Jajaki Kerjasama Program

Rabu, 15 Mei 2019, 09:54

Melalui Workshop Manajemen Isu Kerukunan, PKUB Perkuat Konduktor Pesan Kerukunan di Purwakarta