Kamis, 14 Maret 2019, 11:15

Penting Bagi Siswa Aktif Dalam Interaksi Lintas Agama

Kepala PKUB (Tengah) dalam kegiatan Dialog Lintas Agama di Karanganyar hari ini, Kamis (14/03/2019).

KARANGANYAR, PKUB - Pendidikan yang menyampaiakan pesan moderasi beragama sangat penting dalam rangka menciptakan masyarakat yang damai bermartabat. Hal ini mengingat bahwa pesan moderasi beragama harus disampaikan sejak dini, dengan kata lain dari bangku sekolah. Siswa harus mulai diajarkan mengenai pentingnya berfikir moderat untuk menghindari pemikiran yang ekstrem di masa yang akan datang.

Di dunia pendidikan tenaga pengajar dan guru menjadi ujung tombak untuk menyampaikan pesan ini melalui pendidikan agama. Semua elemen sekolah harus menyadari bahwa inti dari pendidikan adalah pengamalan dan inti dari agama adalah untuk menghargai martabat manusia atau memanusiakan manusia.

Sehingga mengajarkan agama itu tidak terbatas pada tujuan menyampaikan ilmu dan pengetahuan semata, akan tetapi perlu mengedepankan cara pengamalan beragama yang memanusiakan manusia. "Kuncinya adalah menciptakan suasana kelas yang dapat mengajak siswa untuk mengamalkan nilai-nilai agama yang menghargai martabat manusia, menghargai perbedaan identitas yang ada pada diri manusia, tidak terkecuali perbedaan agama" tutur Saefudin yang merupakan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI dalam kesempatan Dilaog Lintas Agama di Karanganyar hari ini, Kamis (14/03/2019).

Dalam kegiatan yang diikuti oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Karanganyar tersebut, Kepala PKUB juga mengajak segenap guru untuk mendorong setiap siswa aktif dalam kegiatan yang mengandung unsur interaksi lintas iman. "Jangan sampai, nanti ketika mereka beranjak dewasa, siswa ini belum pernah sama sekali berinteraksi dengan siswa yang berlainan agama, inilah yang dapat memicu pemikiran yang eksklusif dalam beragama" tutur sosok yang pernah menjadi kepala salah satu Madrasah di Purwokerto ini.

Kegiatan ini juga diikuti oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mulai dari tingkat Kabupaten hingga Kecamatan dan beberapa tokoh agama dari berbagai ORMAS di Karanganyar. Dalam kesempatan ini, Kepala PKUB kembali mengingatkan pentingnya tugas dan fungsi FKUB dan segenap majelis agama terkait menjaga kerukunan umat beragama. Beliau menyampaikan bahwa fungsi FKUB sangat esensial terutama dalam hal rekomendasi pembangunan rumah ibadah. Begitu juga tugas MUI dan ORMAS lain, jika FKUB bertugas menjaga kerukunan antar agama, maka MUI dan ORMAS memiliki tugas penting untuk menjaga kerukunan intra agama.

Tema yang diambil dalam kegiatan ini adalah "Moderasi Beragama untuk Kebersamaan Umat dalam Rangka Kerukunan Umat Beragama". Moderasi beragama adalah tema besar yang senantiasa diserukan oleh Kementerian Agama beberapa tahun kebelakang ini. Pesan ini juga senantiasa disampaikan oleh Menteri Agama dalam setiap kesempatan beliau memberikan pengarahan. Hal ini mengingat bahwa moderasi beragama sangat penting untuk diamalkan dalam setiap sendi-sendi kehidupan, mulai dari dunia pendidikan hingga kehidupan bermasyarakat kita.

Penulis:Hamdan Yuafi

---------------------------------------

Pusat Kerukunan Umat Beragama

Gedung Kementerian Agama Lt. 5

Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat

Telp: (021) 3149689

Twittter:@PKUB_KemenagRI

Instagram:@PKUB.KemenagRI

Berita Lainnya
Senin, 18 Maret 2019, 16:04

Temui Presiden, FKUB Siap Kawal Pemilu Aman, Damai dan Rukun

Rabu, 13 Maret 2019, 14:44

Indonesia dan Australia Sepakati Kerjasama Interfaith Dialogue

Jumat, 1 Maret 2019, 15:54

Kepala PKUB: WALUBI Harus Terus Pupuk Kerjasama Antar Agama

Kamis, 28 Februari 2019, 12:49

Risalah Jakarta Sebagai Upaya Pengarusutamaan Moderasi Beragama

Jumat, 15 Februari 2019, 11:43

Singkawang, Kota Dimana Setiap Elemen Berlomba Menjaga Kerukunan