Jumat, 15 Februari 2019, 11:43

Singkawang, Kota Dimana Setiap Elemen Berlomba Menjaga Kerukunan

Tampak Para Narasumber dan Peserta Rakor FKUB Singkawang berfoto bersama di depan Sekretariat FKUB (Foto: Aris)

SINGKAWANG, PKUB - Kota Singkawang merupakan satu dari 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat yang tergolong dalam unik. Hal ini mengingat bahwa Singkawang merupakan kota dengan kemajemukan suku bangsa dan agama serta ras di dalamnya. Dari segi etnis Kota Singkawang terdiri dari Tionghoa, Melayu dan Dayak serta etnis lainnya. Bahkan budaya Tionghoa banyak kita temukan di Kota yang merupakan pemekaran dari Sambas dan Bengkayang ini.

Meskipun memiliki kemajemukan yang begitu beragam, Kota Singkawang ini begitu damai dan rukun, masyarakat Muslim dan Tionghoa serta etnis lainnya hidup berdampingan tanpa perbedaan yang ada. Semua dapat dirasakan bagi pengunjung yang pernah hadir di kota yang dikenal penghasil kerajinan dari tanah liat ini. Meski dibeberapa dasawarsa yang lalu, konflik sosial yang bernuansa etnis pernah menghantui kota ini, namun saat ini kehidupan masyarakat tampak harmonis dan mereka menganggap itu tidak pernah terjadi.

Kondisi tersebut tidak bisa hadir serta merta, melainkan melalui peran bersama semua komponen, baik pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis agama dan ormas. Bersama-sama merajut benang yang pernah kusut, menutupi luka yang pernah robek serta mengubur mimpi buruk yang kelam dimasa lalu, agar generasi yang hadir sekarang seakan tidak tahu dan mendengar cerita usang dan buram dimasa lalu tersebut.

Dan perjuangan tersebut membuahkan hasil dan apreasiasi yang membanggakan. Hal ini dibuktikan pada tahun 2018, SETARA Institute memberikan predikat kota paling toleran di Indonesia. Sebuah kebanggaan, karena SETARA Institute dianggap sebagai sebuah lembaga survey yang independen dan lepas dari kepentingan apapun di Kalimantan Barat ini.

Namun itu bukanlah sebuah akhir, melainkan awal langkah untuk sebuah perjuangan besar merawat predikat tersebut, karena mempertahankan jauh lebih berat ketimbang merebut sebuah gelar. Atas dasar berbagai pertimbangan tersebut, kemarin, Selasa (14/2/2019), Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kota Singkawang menggelar rapat koordinasi lintas sektoral dengan tema "Optimalisasi Kerukunan Umat Beragama Dalam Upaya Merawat dan Mempertahankan Predikat 1 Kategori Kota Toleran Terbaik Nasional".

Bertempat di Sekretariat Bersama FKUB Kota Singkawang di Jalan Mathan Sibu No. 7, rakor ini dihadiri sekitar 30 peserta dari berbagai unsur, baik pengurus FKUB maupun instansi setempat. Berbagai tokoh hadir dan memberikan pesan dan arahan serta informasi terkait peran serta instansi yang mereka pimpin dalam merangkai dan merawat kerukunan di Kota Singkawang itu. Hadir dalam pertemuan ini diantaranya Plh. Kepala Kemenag Kota Singkawang, Kabag. Kesra Setda Kota Singkawang, Kabag. Sosial Politik Badan Kesbangpol, Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat, Perwakilan Dandim Singkawang serta Perwakilan Polres Singkawang.

Masing masing pejabat memaparkan informasi serta peran institusi yang mereka pimpin dalam peran serta merawat dan membantu kerukunan di Kota Singkawang. Dari Plh. Kepala Kantor Kemenag Kota Singkawang, Azhari menyatakan bahwa Kantor Kemenag Kota Singkawang telah menyediakan 100 juta anggaran untuk program Kerukunan Umat Beragama. 50 juta untuk Biaya Operasional FKUB dan 50 juta lainnya dalam bentuk Dialog Kerukunan Tingkat Kabupaten dan Kecamatan. Sehingga Amanah dalam PBM Nomor 8 dan 9 Tahun 2006 memang akan sepenuhnya dijalankan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang dalam rangka fungsi pembinaan FKUB.

Kepala Bagian Kesra Kota Singkawang, Apriyadi tidak ketinggalan menyampaikan dukungan dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama, institusinya telah menyediakan anggaran 175 juta untuk kegiatan FKUB dalam berbagai bentuk dan program. Selalin itu berbagai event keagamaan juga selalu didukung oleh Pemerintah Kota Singkawang, sehingga nampak peran pemerintah dalam pembinaan umat, terlebih Seleksi Tilawatil Qur`an Tingkat Provinsi Tahun 2019 ini akan di tempatkan di Kota Singkawang sebagai tuan rumah.

Hadir juga Kabag SosPol Badan Kesbangpol Kota Singkawang, Deni, beliau menyampaikan, bahwa FKUB menjadi salah satu organisasi yang dibina langsung oleh institusi yang dipimpinnya. Peran ini ditampakan salah satunya dalam mengidentifikasi aliran atau paham keagamaan 'sempalan' yang masuk dan berkembang di Singkawang. Sehingga salah satu fungsi PAKEM terkait deteksi dini berjalan dengan baik.

Dilain sisi Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Aris Sujarwono menyampaikan bahwa akan selalu mendukung setiap program dan kegiatan yang berafilisi terhadap Program Kerukunan Umat Beragama. Salah satunya peran Subbag Hukum dan KUB terkait pembinaan umat Khonghucu yang akan melaksanakan Festival Cap Go Meh Tanggal 19 nanti di Singkawang. Selain itu pula, prioritas anggaran Program Kerukunan Umat Beragama akan menjadi pertimbangan untuk Kota Singkawang, di Tahun 2017 Desa Sadar Kerukunan di Kalimantan Barat pertama kali didapat di Kota Singkawang. Selain itu wacana pembangunan Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Negeri juga akan diupayakan di Kota Singkawang ini. Sehingga Kota Singkawang akan lengkap sebagai miniatur kerukunan umat beragama di Indonesia.

Dalam rapat koordinasi ini, perwakilan Dandim Singkawang dan Polres Singkawang juga menyampaikan peran mereka terkai pengamanan secara umum. Apabila aman dan tenang, maka kerukunan umat beragama akan mudah terbentuk. Rukun dan damai memang tidak terlhat secara kasat mata, namun nilainya mahal sekali dan sulit terdefinisikan. Jika terjadi sedikit saja masalah dan konflik, maka kita akan sulit tidur dan beraktivitas, inilah dinyatakan bahwa kerukunan umat beragama adalah harga yang mahal dan harus dijaga oleh semua pihak tidak hanya TNI dan Polri saja, karena tanpa dukungan masyarakat dan FKUB maka semua akan sulit dicapai.

Sesi dialog juga melengkapi rapat koordinasi FKUB Singkawang ini. Dari sesi ini muncul harapan dan usulan dari beberapa pengurus FKUB agar bisa mendapatkan mobil operasional yang nantinya akan memperkuat mobilitas pengurus FKUB untuk lebih mudah mengunjungi seluruh bagian Kota Singkawang. Muncul juga usulan kepada dinas terkait agar segera memberikan pembinaan kepada beberapa sekolah di Singkawang yangrentan mendapat informasi mengenai radikalisme.

Usai dialog, Ketua FKUB Kota Singkawang yang juga pemandu acara, Baharuddin menyampaikan kesimpulan dan rekomendasi untuk semua stake holder terkait diantaranya: Peserta Rakor sepakat untuk menyukseskan Festival Cap Go Meh Tahun 2019 di Kota Singkawang. Peserta juga sepakat untuk ikut serta merawat, menjaga dan memperkuat secara bersama sama predikat Kota Toleran Nomor 1 di Indonesia. Selain itu juga menjaga diri dari paham dan isu negatif, hoax dan berita bohong terlebih di Tahun 2019 sebagaitahun politik. Hal iniuntuk menjaga Kota Singkawang yang toleran, ramah dan damai sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur, Amin.

Sumber: Aris Sujarwono

Editor:Hamdan Yuafi

---------------------------------------

Pusat Kerukunan Umat Beragama

Gedung Kementerian Agama Lt. 5

Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat

Telp: (021) 3149689

Twittter:@PKUB_KemenagRI

Instagram:@PKUB.KemenagRI

Berita Lainnya
Selasa, 2 Juli 2019, 10:50

Produksi Film Dokumenter Kerukunan, Tim Peneliti UGM Selenggarakan FGD di Singkawang

Senin, 1 Juli 2019, 13:03

Kunjungi PKUB, ICRS Diskusikan Diseminasi Kebebasan Beragama

Kamis, 27 Juni 2019, 21:55

Sekjen Kemenag: Kegiatan Kerukunan Harus Sering Libatkan Generasi Muda

Jumat, 21 Juni 2019, 12:00

Kunjungi Kantor PKUB, Asia Foundation Jajaki Kerjasama Program

Rabu, 15 Mei 2019, 09:54

Melalui Workshop Manajemen Isu Kerukunan, PKUB Perkuat Konduktor Pesan Kerukunan di Purwakarta