Minggu, 30 Desember 2018, 06:58

Tanggapan Lengkap Menag Atas Risalah Jakarta, Serius Jadikan Pedoman Kerukunan Umat Beragama

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin (Foto: Situs Resmi Kementerian Agama RI)

PKUB, JAKARTA Dalam menyemarakkan Hari Amal Bakti ke-73, Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI menyelenggarakan Dialog Lintas Iman yang melibatkan puluhan agamawan, budayawan, akademisi, kaum muda milenial, dan praktisi media. Hadir dalam kegiatan ini diantaranya Mahfud MD, Alissa Wahid, Romo Beni Susetyo, Haidar Bagir, Romo Franz Magnis Suseno, I Ketut Widnya, Inaya Wahid, Komarudin Hidayat, Arie Kriting, Savic Ali, Sujiwo Tedjo, Ulil Abshar Abdala, Yudi Latif dan tokoh nasional lainnya. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Discovery Hotel Ancol, Sabtu (29/12/2018) ini Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin hadir langsung membuka dan memberikan tanggapan atas terselenggaranya acara ini.

Dalam tanggapan resmi yang ditulis oleh Menteri Agama, beliau menyampaikan tiga hal penting. Pertama, beliau menyampaikan hormat setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dialog. Mereka adalah para narasumber berpengaruh pada bidang masing-masing yang setiap hari bekerja mencerahkan bangsa. Selama dua hari pelaksanaan kegiatan ini, mereka telah menunjukan sikap rendah hati yang luar biasa dengan meletakkan kebesaran masing-masing lalu duduk sejajar sebagai peserta untuk berbagi ilmu, mendengar masukan, dan menerima perspektif yang berbeda, ini adalah teladan luhur yang merupakan karakter asli bangsa Indonesia, demikian tulis Lukman Hakim Saifuddin dalam tanggapan resmi tertulis beliau.

Dalam kesempatan ini, menteri agama juga memberikan catatan atas hasil dialog yang termaktub dalam Risalah Jakarta tentang Kehidupan Beragama di Indonesia. Catatan pertama, beliau menyampaikan bahwa kehidupan agama di era kekinian cenderung mereduksi nilai-nilai luhur agama, agama menjadi terbatas pada penonjolan aspek-aspek lahir, formalisme hukum, dan politik seraya mengabaikan asepk moral dan spiritual yang ada di dalam agama itu sendiri. Beliau juga memberikan catatan bahwa terdapat pendangkalan akibat indoktrinasi serta maraknya bacaan yang serba instan dan serba cepat di media sosial, sehingga cenderung menyulut emosi ketimbang memantik rasa.

Menteri agama juga menegaskan perlunya membangun jembatan yang dapat membangun sinergi atara otoritas keagamaan dalam kebutuhan generasi milenial. Tokoh agama dirasa kurang hadir mengisi dahaga keberagamaan publik lewat ruang-ruang media sosial padahal sejatinya mereka dirasa sangat mampu dan mumpuni menghadirkan nilai-nilai luhur moral dan spiritial agama.

Dalam tanggapan selanjutnya, Menteri Agama juga menegaskan akan meningkatkan kembali peran pemerintah dan negara dalam fasilitas dan akses terkait internalisasi dan penyebaran nilai-nilai moral dan spiritual agama melalui strategi kebudayaan yang terencana. Menag juga menjamin bahwa negara akan selalu hadir dalam memberikan perlindungan penegakan konstitusi terkait kebebasan kehidupan beragama dengan tanpa melakukan intervensi yang terlalu jauh terhadap formalisasi agama.

Komitmen Kementerian Agama

Dalam tanggapan beliau terkait Risalah Jakarta tentang Kehidupan Beragama di Indonesia, Menag juga menegaskan komitmen Kementerian Agama yang akan menjadikan Risalah Jakarta ini sebagai pedoman dalam menata kehidupan dan kerukunan umat beragama di masa mendatang. Beliau juga menegaskan bahwa institusi yang beliau pimpin akan terus memberikan pelayanan pendidikan moderasi beragama, serta jaminan dan perlindungan kehidupan umat beragama. Menteri Agama juga menyampaikan akan menyediakan fasilitas dan akses program agar mereka yang dianggap memiliki keluasan pengetahuan dan otoritas keagamaan dapat terus hadir di ruang-ruang publik dan di dunia maya untuk memberikan pencerahan nilai-nilai moral dan spiritual agama.

Di akhir tanggapan beliau, beliau mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk senantiasa menghindari prilaku ekstrem dan eksklusif dalam beragama, serta mengedepankan keteladanan dan moderasi beragama yang mengayomi, santun, adil, berimbang, serta saling menghargai satu pandangan dengan pandangan yang lain.

Sumber: Dokumen Tanggapan Resmi Menteri Agama atas Risalah Jakarta

Penulis:Hamdan Yuafi

---------------------------------------

Pusat Kerukunan Umat Beragama

Gedung Kementerian Agama Lt. 5

Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat

Telp: (021) 3149689

Twittter:@PKUB_KemenagRI

Instagram:@PKUB.KemenagRI

Berita Lainnya
Selasa, 2 Juli 2019, 10:50

Produksi Film Dokumenter Kerukunan, Tim Peneliti UGM Selenggarakan FGD di Singkawang

Senin, 1 Juli 2019, 13:03

Kunjungi PKUB, ICRS Diskusikan Diseminasi Kebebasan Beragama

Kamis, 27 Juni 2019, 21:55

Sekjen Kemenag: Kegiatan Kerukunan Harus Sering Libatkan Generasi Muda

Jumat, 21 Juni 2019, 12:00

Kunjungi Kantor PKUB, Asia Foundation Jajaki Kerjasama Program

Rabu, 15 Mei 2019, 09:54

Melalui Workshop Manajemen Isu Kerukunan, PKUB Perkuat Konduktor Pesan Kerukunan di Purwakarta