Sabtu, 22 Desember 2018, 08:53

Indonesia Interfaith Scholarship, Bentuk Kerjasama RI-Eropa Dalam Mencegah Islamofobia

Kepala PKUB, Saefudin (empat dari kiri) bertemu dengan alumni IIS di Gedung Parlemen Eropa

Sudah sejak tahun 2012 Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI telah terlibat dalam kerjasama dengan Uni Eropa khususnya Parlemen Eropa lewat program Indonesia Interfaith Scholarship (IIS) yang digagas oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia dan Luxembourg H.E. Arief Havas Oegroseno (kini Dubes RI untuk Jerman,red). Dubes Havas sadar betul bahwa Indonesia harus membuat sebuah program untuk meminimalisir Islamofobia yang semakin menguat di Eropa. Fakta ini dimanfaatkan Kepala PKUB, Saefudin untuk bertemu dengan para alumni program IIS di sela-sela kunjungan beliau ke Belgia pada Jum'at (14/12/2018) yang lalu.

Program IIS ini dimulai pada tahun 2012 dengan mendatangkan 9 (sembilan) peserta yang merupakan staffer dan think thank Parlemen Eropa dari berbagai organisasi diantaranya dari EPP European Peoples Party yang merupakan kelompok terbesar dan memiliki pengaruh kuat di Parlemen Eropa, perwakilan Kementerian Luar Negeri berbagai negara Eropa, Direktorat Jenderal untuk Kebijakan Luar Negeri dan Dalam Negeri Parlemen Eropa, dan sejumlah peneliti dan penulis Eropa untuk Asia Tenggara.

Program berikutnya berturut-turut adalah pada tahun 2014 dengan 8 peserta, 2015 yang melibatkan 5 peserta, tahun 2017 dengan 9 peserta, dan yang terbaru, tahun 2018 dengan 10 peserta. Dalam 5 (lima) kali pelaksanaan program ini telah menghasilkan 41 alumni yang berasal dari berbagai negara di Eropa, ada yang aktif di Parlemen Eropa tetapi juga ada yang sudah kembali ke negaranya. Program ini dinilai berhasil karena semua alumni dari program ini kini mereka telah berperan aktif menjadi duta Indonesia untuk ikut menjelaskan dan memberikan tentang Indonesia yang mereka lihat, alami, dan rasakan. Tentang bagaimana kerukunan antar umat beragama di Indonesia dikelola dengan baik sehingga tidak ada isu-isu Islamofobia di Indonesia meskipun diuji dengan berbagai kejadian pengeboman. Sehingga melalui program ini, Eropa dapat belajar bagaimana meminimalisir Islamofobia di negara-negara Eropa melalui pengalaman pengelolaan kehidupan keberagamaan di Indonesia.

Dalam pertemuan dengan para alumni IIS ini, Kepala PKUB mendapatkan masukan dan evaluasi untuk perbaikan program IIS pada masa yang akan datang. "Program ini akan tetap kita lanjutkan karena dipandang strategis dan tepat sasaran dalam upaya mempromosikan kekayaan keberagaman agama Indonesia di tengah Islamofobia yang tengah melanda bangsa-bangsa Eropa" tutur Kepala PKUB menjelaskan.

Sumber: Paulus Tasik Galle'

Penulis:Hamdan Yuafi

---------------------------------------

Pusat Kerukunan Umat Beragama

Gedung Kementerian Agama Lt. 5

Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat

Telp: (021) 3149689

Twittter:@PKUB_KemenagRI

Instagram:@PKUB.KemenagRI

Berita Lainnya
Jumat, 21 Desember 2018, 10:30

Kerjasama Antar Agama Penting Dalam Menegaskan Peran Agama Sebagai Juru Damai

Selasa, 17 April 2018, 16:00

WORKSHOP PENGEMBANGAN WAWASAN MULTIKULTURAL BAGI TOKOH AGAMA DAN MAHASISWA DI KOTA SOLO, JAWA TENGAH

Rabu, 11 April 2018, 15:34

PKUB Terima Kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Polandia ke Indonesia

Rabu, 21 Februari 2018, 10:28

Kementerian Agama Melalui PKUB Tekankan Moderasi Beragama dalam Menyambut Pilkada Serentak Tahun 2018

Selasa, 13 Februari 2018, 10:35

Sinergi Sangat Diperlukan Untuk Mencegah Paham Radikal di Indonesia