Jumat, 21 Desember 2018, 10:30

Kerjasama Antar Agama Penting Dalam Menegaskan Peran Agama Sebagai Juru Damai

Kepala PKUB (empat dari kiri) berfoto bersama dengan para pemateri dalam kegiatan International Conference di Antwerpen Belgia.

PKUB, Antwerpen - Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) menjadi salah satu special audience dalam kegiatan International Conference dengan judul Islam and Tolerance in Indonesia yang berlangsung pada hari Rabu (12/12/2018) di Stadsfeestzaal kota Antwerpen Belgia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar RI untuk Kerajaan Belgia dan Luxembourg dalam kerjasama dengan Diplomatic World (interlinking politics, diplomacy, business, finance, art & cultural diplomacy).

Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat serta perwakilan negara-negara yang ada di Belgia diantaranya Duta Besar Brunei Darussalam untuk Kerajaan Belgia. Konferensi ini diawali dengan kata sambutan dari perwakilan Diplomatic World, Barbara Dietrich dan Dubes Indonesia untuk Kerajaan Belgia dan Luxembourg, H.E. Yuri O. Thamrin.

Hadir sebagai Narasumber adalah Prof. Patrick Loobuyck yang merupakan Ketua Pusat Pieter Gillis Universitas Antwerpen, Dr. Ayang Utriza Yakin yang tak lain merupakan Dosen UIN Syarif Hidayatullah yang sedang menempuh Postdoctoral di Universitas Katolik Leuven, dan Tokoh Islam NU Belgia, Dr. Bahtiar Hasan. Ikut menjadi pembahas dan aktif dalam diskusi adalah Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama, Saefudin dan Wakil Duta Besar RI, Dupito Simamora sebagai moderator. Hadir juga dalam konferensi ini wakil Walikota Antwerpen Mr. Ludo van Campenhout.

Dalam kata sambutannya, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belgia dan Luxembourg mengungkapkan bagaimana Islamaphobia di Eropa semakin menguat dan bahkan sudah menjadi kanker yang ikut menggerogoti demokrasi, toleransi, dan pluralisme yang menjadi pilar nilai-nilai yang selalu dijunjung tinggi negara-negara Eropa. Dalam kesempatan ini, Dubes RI menyebutkan data bahwa pada tahun 2016 sendiri terjadi 36 insiden yang memperlihatkan sikap intoleran dan kebencian terhadap Islam di Belgia, 56 insiden terjadi di Denmark, 256 insiden terjadi di Austria.

Dalam diskusi, Kepala PKUB, Saefudin menyampikan bahwa dalam upaya memberikan pemahaman mengenai wawasan multikultural Indonesia di kancah internasional, Kementerian Agama R.I. melalui Pusat Kerukunan Umat Beragama telah dan akan terus menyelenggarakan Interfaith Dialogue dengan para delegasi dan pemangku kebijakan dari negara-negara eropa. Yang terbaru adalah kunjungan Menteri Luar Negeri Polandia ke Indonesia dan salah satunya bertemu dengan Menteri Agama R.I. Lukman Hakim Saifuddin pada Selasa (27/11/2018) yang lalu.

Sehingga melalui konferensi ini, timbul kesadaran bersama bahwa kerjasama antar negara dan antar komunitas agama semakin dibutuhkan dan mendesak dalam usaha menegaskan kembali posisi agama yang sesungguhnya membawa pesan-pesan perdamaian.

Sumber: Paulus Tasik Galle'

Penulis:Hamdan Yuafi

---------------------------------------

Pusat Kerukunan Umat Beragama

Gedung Kementerian Agama Lt. 5

Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat

Telp: (021) 3149689

Twittter:@PKUB_KemenagRI

Instagram:@PKUB.KemenagRI

Berita Lainnya
Sabtu, 22 Desember 2018, 07:54

Brussel, Jantung Eropa Dimana Komunitas Muslim Dihargai

Selasa, 17 April 2018, 16:00

WORKSHOP PENGEMBANGAN WAWASAN MULTIKULTURAL BAGI TOKOH AGAMA DAN MAHASISWA DI KOTA SOLO, JAWA TENGAH

Rabu, 11 April 2018, 15:34

PKUB Terima Kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Polandia ke Indonesia

Rabu, 21 Februari 2018, 10:28

Kementerian Agama Melalui PKUB Tekankan Moderasi Beragama dalam Menyambut Pilkada Serentak Tahun 2018

Selasa, 13 Februari 2018, 10:35

Sinergi Sangat Diperlukan Untuk Mencegah Paham Radikal di Indonesia