Jumat, 7 Desember 2018, 22:25

Pentingnya Interaksi Sosial Guna Menjaga Kerukunan

Kepala PKUB (berdiri) tengah memberikan pegarahan dalam kegiatan Workshop Manajemen Konflik dan Mediasi di Kota Depok

DEPOK, PKUB - Kerukunan umat beragama menjadi landasan bagi pembangunan nasional. Apabila kerukunan umat beragama terganggu maka pembangunan nasional juga akan terganggu, hal ini karena kerukunan umat beragama merupakan bagian dari kerukunan nasional.

Hal tersebut mengemuka dari pemaparan Ketua Panitia kegiatan Workshop Manajemen Konflik dan Mediasi, Aliefosra Nur pada Jumat (7/12/2018). Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Santika Depok tersebut beliau melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari ormas-ormas lintas agama yang ada di Kota Depok dan Kota Bekasi.

Hadir juga memberikan sambutan selamat datang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Depok, Asnawi. Beliau menyampaikan bahwa Kota Depok adalah kota yang sangat heterogen. Kota Depok adalah miniatur Indonesia dengan pemeluk agama yang sangat heterogen, kami di Kementerian Agama juga telah mengusulkan kepada Walikota Depok untuk mengubah label Kota Depok dari yang mulanya kota penyangga ibu kota menjadi kota penyeimbang ibu kota harapanya agar kemajuan di Kota Depok dapat mengimbangi kemajuan di ibu kota demikian beliau menjelaskan.

Berkesempatan memberikan pengarahan dalam acara pembukaan ini Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), Saefudin. Dalam pengarahan, beliau menekankan pentingnya interaksi sosial demi menjaga kerukunan. Fakta penelitian menyebutkan bahwa daerah yang memiliki mayoritas penduduk muslim cenderung segregatif atau terkotak-kotak, sebagai contoh banyaknya sekolah-sekolah yang eksklusif menganut sistem agama tertentu, demikian sosok asli Purwokerto tersebut menjelaskan. Beliau juga menyampaikan bahwa interaksi sosial lintas agama menjadi sangat penting sebagai upaya menanamkan benih-benih kerukunan, nilai-nilai toleransi, dan saling membantu dalam kehidupan nyata.

Kaitanya dengan kegiatan ini, beliau menilai bahwa akar terjadinya konflik adalah ketidakmauan untuk berinteraksi dan mis-quote atau pilih-pilih dalam menggunakan teks keagamaan. Ini adalah PR kita bersama, semoga kedepan kita bisa mentransformasi nilai-nilai kesatuan yang menjadi perekat bangsa kepada generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa ini demikian beliau mengakhiri pengarahan dalam kegiatan yang masih akan berlangsung hingga lusa (9/12/2018) ini.

Sumber: Reportase Langsung

Penulis:Hamdan Yuafi

---------------------------------------

Pusat Kerukunan Umat Beragama

Gedung Kementerian Agama Lt. 5

Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat

Telp: (021) 3149689

Twittter:@PKUB_KemenagRI

Instagram:@PKUB.KemenagRI

Berita Lainnya
Senin, 18 Maret 2019, 16:04

Temui Presiden, FKUB Siap Kawal Pemilu Aman, Damai dan Rukun

Kamis, 14 Maret 2019, 11:15

Penting Bagi Siswa Aktif Dalam Interaksi Lintas Agama

Rabu, 13 Maret 2019, 14:44

Indonesia dan Australia Sepakati Kerjasama Interfaith Dialogue

Jumat, 1 Maret 2019, 15:54

Kepala PKUB: WALUBI Harus Terus Pupuk Kerjasama Antar Agama

Kamis, 28 Februari 2019, 12:49

Risalah Jakarta Sebagai Upaya Pengarusutamaan Moderasi Beragama