Jumat, 23 November 2018, 10:49

Kepala PKUB Ajak ORMAS di Jakarta untuk Tetap Rukun, Tertib dan Tentrem

Kepala PKUB (tengah) menjadi narasumber dalam kegiatan Dialog Keagamaan yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis (22/11/2018) kemarin.

JAKARTA, PKUB - Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), Saefudin mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan (ORMAS) di Jakarta untuk senantiasa membantu pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama di Jakarta. Kepala PKUB juga menyampaikan bahwa salah satu caranya adalah dengan memegang teguh dan mengamalkan 4 pilar berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut disampaikan sosok yang pernah menempuh studi doktor di Australia tersebut saat menjadi narasumber dalam kegiatan Dialog Keagamaan yang melibatkan berbagai ORMAS di Jakarta. Pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Subbagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) pada Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Kamis (22/11/2018) beliau mengingatkan bahwa sebentar lagi Indonesia akan menghelat hajatan demokrasi yang sangat besar yaitu pemilihan presiden dan pemilihan legislatif. Beliau menegaskan bahwa sangat penting penjaga kerukunan umat beragama selama dalam hajatan besar tersebut.

Beliau juga menyampaikan bahwa kita harus belajar dari pengalaman yang telah terjadi dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta yang lalu. "Sangat penting selakali menjaga kerukunan umat beragama di Jakarta ini, terutama menjelang pilpres dan pileg nanti, salah satunya dengan cara memegang teguh dan mengamalkan 4 pilar bangsa dan bernegara yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga dengan demikian kita dapat mengatisipasi segala macam bentuk gangguan yang dapat mengancam keutuhan dan kerukunan bangsa ini", tutur pria kelahiran Banyumas tersebut.

Dalam kesempatan ini Kepala PKUB juga memberikan slogan 'rukun, tertib dan tentrem' kepada seluruh ORMAS di Jakarta dalam menyongsong Pilpres dan Pileg yang akan datang. "Saya ada slogan, mari kita terus menjaga suasana yang 'rukun, tertib dan tentrem (damai-bahasa jawa, red)' dengan senantiasa berpedoman pada aturan dan perundang-undangan yang berlaku seperti menghindari benturan umat beragama, menghindari penyalahgunaan dan penodaan agama sebagaimana yang temaktub dalam Undang-Undang No. 1 /PNPS tahun 1965, yang akan menjadi sangat sensitif menjelang pilpres dan pileg mendantang", demikian beliau menjelaskan.

Sumber: Hery Fathurochman

Editor: Hamdan Yuafi

---------------------------------------

Pusat Kerukunan Umat Beragama
Gedung Kementerian Agama Lt.5
Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat
Telp: (021) 3149689

Twittter: @PKUB_KemenagRI

Instagram: @PKUB.KemenagRI

Berita Lainnya
Jumat, 7 Desember 2018, 22:25

Pentingnya Interaksi Sosial Guna Menjaga Kerukunan

Selasa, 4 Desember 2018, 10:17

PKUB Ajak Tokoh Agama Berikan Jawaban Paling Bijak Terkait Pilihan Politik

Kamis, 29 November 2018, 12:04

UN Women Indonesia, Pemuda Harus Gunakan Sosial Media Untuk Promosikan Toleransi

Selasa, 27 November 2018, 17:02

RI-Polandia Berkomitmen Lanjutkan Kerjasama Dialog Lintas Agama dan Budaya

Kamis, 22 November 2018, 12:44

AYIC 2018: Religious Harmony in Indonesia Can Be a Lesson for ASEAN