Selasa, 30 Oktober 2018, 06:17

JK Ajak Pemuda ASEAN Belajar dari Bhinneka Tunggal Ika

Wakil Presiden Jusuf Kalla foto bersama peserta AYIC 2018 di Kantor Wapres, Senin (29/10/2018). (Foto: Kevin Kurnianto/Kumparan)
JAKARTA, PKUB. Setelah menjalani upaca pembukaan di Gedung Pancasila, para delegasi pemuda pemudi ASEAN yang tergabung dalam program ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC 2018) diterima oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Istana Negara. Para peserta tersebut diterima JK di ruang auditorium, Kantor Wakil Presiden di Komplek Sekretariat Negara.
Para delegasi diterima dengan hangat oleh JK yang secara khusus meluangkan waktunya untuk menerima para delegasi pemuda ASEAN ini. Dalam penyambutan tersebut beliau menyampaikan selamat datang di Indonesia, 'the land of diversity'. JK mengajak para pemuda untuk belajar dan berbagi mengenai pengelolaan keberagaman yang ada di Indonesia untuk kemudian dapat di aplikasikan di negara asal mereka. "Indonesia adalah negara yang sangat beragam, Indonesia memiliki falsafah bernegara 'Bhineka Tunggal Ika' yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu, falsafah yang sangat luar biasa yang menjaga toleransi di Indonesia, para pemuda ASEAN belajarlah dari hal tersebut" demikian beliau menjelaskan.
Setelah diterima oleh Wakil Presiden RI, kemarin (29/10/2018) rombongan melanjutkan perjalanan ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, yang mana kedua bangunan ini adalah simbol toleransi umat beragama di Indeonesia. Selanjutnya para delegasi diagendakan akan mengunjungi beberapa tempat yang memiliki nuansa toleransi yang tinggi pula di Yogyakarta dan Bali dalam sepekan kedepan.
Sumber: Reportase Langsung Kegiatan dan Kumparan.com
Editor: Hamdan Yuafi
Berita Lainnya
Senin, 29 Oktober 2018, 09:41

Pembukaan AYIC 2018: Sekjen Kemenag, Pemuda adalah Pelopor Dialog Antar Agama

Rabu, 24 Oktober 2018, 09:27

PKUB Selenggarakan Workshop Kontra-Narasi Radikalisme untuk Pemuda di Malang

Rabu, 3 Oktober 2018, 14:50

Dialog Lintas Agama: Langkah Strategis Membangun Peradaban Bangsa

Rabu, 26 September 2018, 11:59

Asosiasi Muslim Cina Puji Pembangunan dan Keberagamaan di Indonesia

Rabu, 19 September 2018, 09:53

Pembukaan Workshop Wawasan Multikultural Kendari: Radikalisme Berpotensi Mengancam Kerukunan Umat Beragama