Rabu, 26 September 2018, 11:59

Asosiasi Muslim Cina Puji Pembangunan dan Keberagamaan di Indonesia

Para delegasi dari Ethnic and Religious Commission dan China Islamic Association Provinsi Guangdong tengah berfoto bersama dengan pihak Kementerian Ag

JAKARTA-PKUB. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberagamaan yang ada di Indonesia mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari negara lain. Banyak negara telah hilir mudik mengunjungi Indonesia hanya untuk berbagi mengenai pengelolaan keberagamaan di Indonesia. Tidak ketinggalan adalah negara Cina, hari ini (26/09/2018) Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri menyambut kedatangan delegasi dari China yang merupakan perwakilan khusus dari Ethnic and Religious Commission dan China Islamic Association Provinsi Guangdong ke Indonesia. Kunjungan mereka ini terkait misi mereka untuk berbagi mengenai Islam sebagai agama mayoritas dan relasinya dengan kehidupan beragama di Indonesia. Kunjungan mereka ini akan berlangsung hingga Sabtu (29/092018) mendatang.

Dalam kunjungan ini mereka dijadwalkan akan bertemu dengan beberapa organisasi Islam di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, BAZNAS dan MUI. Sebagai gambaran mengenai akulturasi agama Islam dalam budaya Indonesia, para delegasi dari Cina akan diajak untuk mengunjungi beberapa masjid bersejarah di Indonesia, diantaranya adalah Masjid Lautze di Sawah Besar dan Masjid Istiqlal.

Tidak ketinggalan, para rombongan juga diajak untuk mengunjungi Kantor Kementerian Agama. Dalam kunjungan mereka ke Kantor Kementerian Agama mereka memuji pembangunan yang ada di Indonesia, terlihat dari pembangunan inflrastruktur yang sedang digiatkan oleh pemerintah Indonesia. Terlebih, menurut mereka pembangunan infrastruktur tersebut tidak mengurangi pembangunan non-fisik di Indonesia, seperti pembangunan kualitas hidup umat beragama di Indonesia. Menurut mereka, Cina perlu untuk belajar dari Indonesia terkait hal ini, sampai hari ini Islam tertua di Cina dapat kita temukan di Guangzhou, ibu kota dari Provinsi Guangdong. Mereka menjelaskan bahwa Islam disana sudah hadir sejak Dinasti Tang akhir abad ke-7. Atas dasar fakta tersebut, Presiden ke-3 Indonesia, Bapak Habibie, secara khusus pernah mengunjungi kota ini. Di Guangdong sendiri hari ini telah berdiri 7 masjid dengan jumlah umat Islam sebanyak 48 ribu jiwa.

Pada kesempatan ini, para delegasi mengajak para pemangku pemerintahan dan stakeholder di Indonesia untuk kembali mengunjungi Cina untuk bertukar pengalaman pengelolaan keberagamaan di sana. Mereka akan sangat senang jika Presiden Indonesia dan para delegasi dari Kementerian kembali berkenan berkunjung kesana. Merka menyampaikan akan menyambut dengan sepenuh hati.

Sumber: Paulus Tasik Galle

Editor: Hamdan Yuafi

Berita Lainnya
Selasa, 30 Oktober 2018, 06:17

JK Ajak Pemuda ASEAN Belajar dari Bhinneka Tunggal Ika

Senin, 29 Oktober 2018, 09:41

Pembukaan AYIC 2018: Sekjen Kemenag, Pemuda adalah Pelopor Dialog Antar Agama

Rabu, 24 Oktober 2018, 09:27

PKUB Selenggarakan Workshop Kontra-Narasi Radikalisme untuk Pemuda di Malang

Rabu, 3 Oktober 2018, 14:50

Dialog Lintas Agama: Langkah Strategis Membangun Peradaban Bangsa

Rabu, 19 September 2018, 09:53

Pembukaan Workshop Wawasan Multikultural Kendari: Radikalisme Berpotensi Mengancam Kerukunan Umat Beragama