Rabu, 19 September 2018, 09:53

Pembukaan Workshop Wawasan Multikultural Kendari: Radikalisme Berpotensi Mengancam Kerukunan Umat Beragama

Tampak Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama, Ferimeldi tengah menyampaikan sambutan dihadapan ratusan peserta Workshop Pengembangan Wawasan Multikultu

KENDARI-PKUB, Telah disebutkan oleh banyak tokoh bangsa ini bahwa salah satu langkah untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah dengan menjaga kesadaran mengenai keberagaman yang ada di Indonesia. Hal inilah yang selalu dipegang oleh Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama. Sehingga PKUB senantiasa dengan giat menyelenggarakan Workshop Pengembangan Wawasan Multikultural bagi seluruh elemen masyarakat di Indonesia. Pada kesempatan hari ini (19/09/2018), PKUB melaksanakan kegiatan tersebut di Kendari Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini melibatkan ratusan peserta dari elemen mahasiswa IAIN Kendari dan tokoh masyarakat di Kendari. Kegiatan ini akan diselenggarakan hingga esok hari, Kamis, 20 September 2018.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Kerukunan dan Hymne Kerukunan dengan harapan dapat meningkatkan rasa cinta tanah air dan semnagat menjaga kerukunan di Indonesia. Acara pembukaan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama atas nama Panitia disampaikan oleh Bapak Herry Faturrahman selaku Kepala Sub Bagian Penanganan Isu Kerukunan PKUB. Dilanjutkan sambutan dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Kendari, Bapak Ridwansyah Taridala. Beliau menyampaikan bahwa kerukunan umat beragama di Kendari sejauh ini terjaga dengan baik. Beliau juga menegaskan bahwa kerukunan umat beragama bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi kerukunan adalah tanggung jawab kita bersama, seluruh elemen masyarakat termasuk tokoh masyarakat dan mahasiswa.

Sambutan selanjutnya sekaligus membuka kegiatan disampaikan oleh Kepala PKUB, Ferimeldi. Pertama-tama beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah Kota Kendari yang telah berhasil membina Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kendari. Beliau juga menekankan bahwa salah satu cara untuk menjaga kerukunan umat beragama adalah dengan saling menghargai dan menghormati keberagaman di Indonesia. Maka menurut kami, cara terbaik menyelesaikan masalah kerukunan adalah dengan pendekatan budaya yang beragam, mari selesaikan setiap permasalahan kerukunan dengan kearifan lokal kita tutur beliau. Khusus kepada para mahasiswa, beliau mengingatkan agar jangan sanpai mahasiswa terpapar paham radikal, karena paham ini sifatnya menular dan dapat mengancam kerukunan umat beragama. Pada akhirnya, beliau membuka kegiatan ini secara resmi.

Sumber: Reportase Langsung

Editor: Hamdan Yuafi

Berita Lainnya
Selasa, 30 Oktober 2018, 06:17

JK Ajak Pemuda ASEAN Belajar dari Bhinneka Tunggal Ika

Senin, 29 Oktober 2018, 09:41

Pembukaan AYIC 2018: Sekjen Kemenag, Pemuda adalah Pelopor Dialog Antar Agama

Rabu, 24 Oktober 2018, 09:27

PKUB Selenggarakan Workshop Kontra-Narasi Radikalisme untuk Pemuda di Malang

Rabu, 3 Oktober 2018, 14:50

Dialog Lintas Agama: Langkah Strategis Membangun Peradaban Bangsa

Rabu, 26 September 2018, 11:59

Asosiasi Muslim Cina Puji Pembangunan dan Keberagamaan di Indonesia