Jumat, 7 September 2018, 09:58

Menag: Sangat Penting Meningkatkan Kompetensi Manajemen Konflik Bagi Pengurus FKUB

Menteri Agama, Lukman Hakin Saifuddin tengah memberikan arahan dalam acara penutupan Rapat Koordinasi Nasional dan Konferensi Nasional FKUB.

Pagi hari ini (7/9/2018) Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara menyelenggarakan acara penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Konferensi Nasional FKUB Tahun 2018. Acara ini secara langsung dihadiri oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar.

Dalam pengarahan yang disampaikan oleh Bapak Menteri Agama, beliau sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) atas kontribusi FKUB dalam menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia. Saya memahami bahwa terus dan selalu disampaikan kepada saya mengenai dana operasional FKUB, saya akan terus memperjuangkannya tapi syukur alhamdulillah bagaimanapun saya berterima kasih kepada FKUB pada semua tingkatan, berkat kerja bapak ibu sekalian, kerukunan umat beragama tetap terjaga dengan baik tutur beliau.

Dalam pengarahan, beliau juga menjelaskan mengenai kehidupan keberagamaan di Indonesia yang sangat agamis akan tetapi juga sangat beragam atau heterogen. Dalam hampir semua kesempatan ketika saya bertemu dengan utusan dari luar negeri, mereka selalu kagum dengan kehidupan beragama di Indonesia, kekaguman mereka terhadap Indonesia itu muncul karena kita memiliki FKUB, yang nyaris tidak bisa kita temukan di negara lain demikian beliau menjelaskan.

Selanjutnya beliau juga menyampaikan bahwa dalam memasuki tahun politik kedepan, kita semua akan menghadapi banyak persoalan keberagamaan yang bukan tidak mungkin akan meningkat menjadi konflik berbau agama. Terkait hal ini, beliau menganjurkan kepada seluruh pengurus FKUB untuk membantu dalam penyelesaian konflik tersebut melalui jalan kekeluargaan dan menghindari jalur hukum. Hemat saya, persoalan agama diupyakan untuk diselesaikan melalui jalur kekeluargaan dan musyawarah yang tidak lain merupakan local wisdom Indonesia, jangan cepat-cepat dibawa ke jalur hukum, hal ini karena hukum itu hitam putih tidak mengenal kompromi, hukum tidak bisa memuaskan semua pihak dan tentu menyisakan luka bagi pihak yang dirugikan begitu beliau menjelaskan.

Sebagai pamungkas beliau menekankan pentingnya meningkatkan kompetensi manajemen konflik bagi para pengurus FKUB mengingat banyaknya potensi konflik yang akan terjadi menyambut tahun politik kedepan. Untuk menyelesaikan konflik menjelang tahun politik, perlu ditingkatkan kompetensi manajemen konflik bagi FKUB, terkait hal itu saya telah menitipkan program kepada PKUB dan Bimas-bimas, dan akan mulai kita tingkatkan pada tahun yang akan datang demikian beliau mengakhiri pengarahan beliau.

Sumber: Reportase Langsung

Editor: Hamdan Yuafi

Berita Lainnya
Selasa, 30 Oktober 2018, 06:17

JK Ajak Pemuda ASEAN Belajar dari Bhinneka Tunggal Ika

Senin, 29 Oktober 2018, 09:41

Pembukaan AYIC 2018: Sekjen Kemenag, Pemuda adalah Pelopor Dialog Antar Agama

Rabu, 24 Oktober 2018, 09:27

PKUB Selenggarakan Workshop Kontra-Narasi Radikalisme untuk Pemuda di Malang

Rabu, 3 Oktober 2018, 14:50

Dialog Lintas Agama: Langkah Strategis Membangun Peradaban Bangsa

Rabu, 26 September 2018, 11:59

Asosiasi Muslim Cina Puji Pembangunan dan Keberagamaan di Indonesia