Kamis, 5 Juli 2018, 09:23

Liputan Rangkaian Kegiatan Dialog Antar Agama Masyarakat Indonesia di Eropa

Para Peserta dan Delegasi dari Indonesia berfoto bersama dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nur Syam (pojok kiri paling depan)

VATIKAN, KAMIS- Kementerian Agama melalui Pusat Kerukunan Umat Beragama berkerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Tahta Suci Vatikan menyelenggarakan kegiatan Dialog Antar Agama Masyarakat Indonesia di Eropa. Kegiatan ini diikuti oleh warga Indonesia yang berada di 22 negara di Eropa. Kegiatan telah berlangsung selama 5 (lima) hari kebelakang, mulai tanggal 30 Juni hingga 4 Juli kemarin.

Pada hari pertama, kegiatan Dialog Antar Agama Masyarakat Indonesia di Eropa dibuka oleh Duta Besar untuk Tahta Suci Vatican, Antonius Agus Sriyono. Menurutnya, dialog ini bertujuan untuk membangun sikap saling memahami tentang hubungan antar agama di Indonesia.

Pada hari kedua kegiatan, forum diisi dengan sesi dialog lintas agama yang menghadirkan narasumber dari berbagai agama yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu. Narasumber didatangkan langsung dari perwakilan majelis-majelis tertinggi dari agama yang bersangkutan yaitu MUI dari Islam, WALUBI dari Buddha, Kristen diwakili oleh PGI, Katolik oleh KWI, PHDI dari Hindu dan MATAKIN dari Khonghucu. Setelah menyelesaikan kegiatan dialog lintas agama, seluruh peserta diajak untuk mengunjungi beberapa tempat di Vatikan seperti Basilika San Pietro dan beberapa tempat lainnya.

Pada hari ketiga, tepatnya hari Senin waktu Italia. Para peserta menyepakati sebuah deklarasi yang dinamai Deklarasi Roma. Deklarasi ini sejatinya telah dirumuskan pada sesi dialog lintas agama pada hari sebelumnya. Rumusan ini dibaca oleh seluruh peserta yang dipimpin oleh tokoh muda Nahdlatul Ulama, Ayang Utriza. Beliau adalah peneliti di Universite Catholique de Louvain, Belgia. Deklarasi ini berisi 8 (delapan) poin tentang pentingnya menjaga kemajemukan bangsa Indonesia, tidak hanya dijaga dan dipelihara akan tetapi juga berisi pentingnya mengembangkan kemajemukan itu sendiri.

Pada hari keempat para Delegasi Indonesia bertemu dengan beberapa pejabat pemerintah dan tokoh agama di Italia. Institusi yang dikunjungi satu diantarannya adalah Pontificial Council for Interreligious Dialogue. Momen yang dapat dikatakan paling penting pada hari keempat ini adalah penyerahan rumusan Deklarasi Roma yang diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nur Syam dan diterima dengan hormat oleh Sekretaris Negara Vatikan, Cardinal Pietro Parolin.

Para delegasi dijadwalkan akan kembali ke Indonesia pada hari kelima atau hari Kamis waktu Italia.

Sumber: Website Kementerian Agama, Kompas dan NU Online

Editor: Hamdan Yuafi

Berita Lainnya
Jumat, 7 September 2018, 09:58

Menag: Sangat Penting Meningkatkan Kompetensi Manajemen Konflik Bagi Pengurus FKUB

Kamis, 6 September 2018, 09:13

Pembukaan Rakornas-Konferensi FKUB, Tokoh Agama Deklarasikan Tolak Politisasi SARA pada Pemilu 2019

Senin, 27 Agustus 2018, 12:11

Konsultasi FKUB Sulawesi Utara Hasilkan Usulan Honor Bagi Pengurus FKUB Se-Indonesia

Rabu, 15 Agustus 2018, 11:45

KH D. Zawawi Imron: Sudah Saatnya Kita mulai Menikmati Multikulturalitas di Indonesia, Bukan Mendebatkannya

Rabu, 15 Agustus 2018, 10:57

Workshop Multikulturalisme Pamekasan, Kakanwil Kemenag Jatim: Mari Kita Senantiasa Memuliakan Pemeluk Agama Lain