Senin, 4 Juni 2018, 14:25

PKUB Terima Kunjungan dan Konsultasi dari FKUB Minahasa Utara dan MRP Papua

Bapak Aliefosra (batik hijau) sedang mendengarkan konsultasi dari rombongan FKUB Minahasa Utara

Jakarta (Kemenag). Hari ini (04/06/2018) Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama menerima kunjungan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Minahasa Utara dan Majelis Rakyat Papua (MRP) Kelompok Kerja Agama. Kunjungan ini diterima langsung oleh Bapak Aliefosra Nur selaku Kepala Bidang Bina Lembaga Kerukunan Agama dan Lembaga Keagamaan PKUB. Rombongan yang datang kurang lebih berjumlah 11 (sebelas) orang dari masing-masing elemen masyarakat. Kedua organisasi tersebut diterima secara bertahap di tempat yang sama, yaitu ruang Kepala PKUB.
Rombongan disambut dengan hangat oleh bapak Aliefosra, terlebih dahulu beliau menyampaikan maaf mengingat Bapak Kepala PKUB tidak dapat menemui rombongan dikarenakan sedang menghadiri undangan dari Kementerian Luar Negeri di Maluku. Dalam kunjungan ini kedua rombongan menyampaikan situasi kerukunan umat beragama dan berkonsultasi terkait permasalahan yang sedang terjadi di daerah masing-masing.
Dari pihak FKUB Minahasa Utara, mereka menyampaikan permasalahan yang sedang terjadi di Kabupaten Minahasa Uatara belakangan ini, Rombongan FKUB Minahasa Selatan melalui Pdt. Ruben B. Renggi menyampaikan bahwa ada permasalahan pembangunan rumah ibadah di Minahasa Utara. Menurut keterangan beliau masalah utama terletak pada rekomendasi pendirian rumah ibadah. Ada sekelompok umat agama tertentu memohon rekomendasi kepada FKUB untuk mendirikan rumah ibadah, akan tetapi setelah diteliti oleh FKUB syarat yang diperlukan untuk membangun rumah ibadah belum memenuhi syarat yang cukup sebagai mana diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri (PBM) No 8 dan 9 Tahun 2006. Memperhatikan hal tersebut pihak FKUB belum dapat memberikan rekomendasi kepada kelompok tersebut untuk mendirikan rumah ibadah.
Bapak Aliefosra mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh FKUB Minahasa Utara tersebut, beliau menyampaikan bahwa panduan utama untuk mendirikan rumah ibadah adalah PBM tersebut. Beliau menekankan, pastikan setiap kelompok masyarakat yang ingin mendirikan rumah ibadah telah memenuhi syarat yang ada di dalam PBM tersebut.
Hampir mirip dengan penyampaian dari rombongan FKUB Minahasa Utara, hal serupa juga disampaikan oleh rombongan dari MRP Papua. Akan tetapi permasalahan tidak hanya berhentih pada pembangunan rumah ibadah akan tetapi juga menyangkut kekhawatiran menyebarnya ajaran radikal di Papua melalui pendirian Pondok Pesantren Ihya As Sunnah di Kabupaten Keerom oleh Ustadz Jafar Umar Thalib. Seperti yang telah diberitakan di media-media, baik cetak maupun elektronik, kasus ini menjadi bahan pembicaraan selama dua tahun kebelakang.
Seluruh rombongan MRP Papua berharap bahwa kasus ini dapat segera diselesaikan oleh pemerintah pusat mengingat langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah daerah sampai saat ini juga belum memberikan hasil yang signifikan. Pihak MRP Papua memhon kepada PKUB untuk menyampaikan perihal ini kepada pimpinan di Kementerian Agama untuk ditindak lanjuti sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menanggapi hal tersebut, Bapak Aliefosra akan menyampaikan perihal ini kepada atasan beliau dalam hal ini adalah Kepala PKUB untuk kemudian disampaikan kepada pimpinan pada tataran selanjutnya di Kementerian Agama.

Editor: Hamdan Yuafi