Kamis, 3 Mei 2018, 09:36

PKUB Laksanakan Dialog Lintas Agama di Sulawesi Barat, Daerah dengan Potensi Konflik

Seluruh peserta bergandengan tangan sebagai wujud kesiapan seluruh peserta untuk menjaga kerukunan umat beragama.

Mamuju (Kemenag), Hari ini (3/5), kembali dan tidak henti-hentihnya Kementerian Agama melalui Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) menyelenggarakan kegiatan Dialog Lintas Agama. Kegiatan kali ini bertempat di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Pantai Indah Kabupaten Mamuju. Peserta dalam kegiatan ini adalah seluruh tokoh agama di Provinsi Sulawesi Barat.

Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Bapak Muhdin didampingi oleh Bapak Aliefosra Nur selaku Kepala Bidang Bina Lembaga Kerukunan Agama dan Lembaga Keagamaan PKUB serta Bapak K.H Abdul Fattah Muchit yang merupakan mantan Staff Ahli Menteri Agama bidang Kerukunan Umat Beragama. Yang mana ketigannya akan menjadi narasumber dalam kegiataan ini.

Acara pembukaan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Kerukunan dan Hymne Kerukunan dengan tujuan untuk meningkatkan semangat segenap peserta dalam menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia. Acara dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia yang disampaikan oleh Ibu Lilies Suriany selaku Kepala Sub Bidang Forum Kerukunan Umat Beragama PKUB. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa keberagaman budaya yang ada di Indonesia dapat menjadi berkah akan tetapi juga dapat menjadi musibah. Menjadi berkah jika kita dapat mengelolannya dengan baik sehingga terwujud kerukunan umat beragama di masyarakat. Keberagaman juga dapat menjadi musibah yang berujung konflik jika tidak disikapi dengan baik. Kegiatan hari ini adalah salah satu upaya PKUB dalam menyikapi keberagamaan di Indonesia agar tidak berujung menjadi konflik.

Acara pembukaan dilanjutkan dengan sambutan Selamat Datang yang disampaikan oleh Bapak Muhdin selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat. Beliau menyambut baik kegiatan hari ini, beliau berharap bahwa hasil dialog hari ini dapat menjadi rekomendasi dalam penguatan kerukunan umat beragama di tingkat pemerintah pusat. Acara ini sangat tepat jika dilaskanakan di provinsi Sulawesi barat, mengingat provinsi ini berbatasan langsung dengan daerah-daerah yang pernah tetrpapar konflik. Di barat berbatasan dengan Sampit, Palopo di timur dan Poso di utara. Sehingga provinsi Sulawesi Barat menjadi daerah tujuan pelarian korban bahkan aktor konflik di daerah-daerah tersebut. Hal ini diperkuat oleh data Badan Intelejen Negara (BIN), yang menyatakan bahwa teoris lebih tertarik memilih sarang di daerah pegunungan, seperti Sulawesi Barat ini.

Dalam akhir pemaparan beliau, beliau berharap hasil dialog hari ini dapat menjadi bahan rekomendasi pemerintah pusat dalam upaya meningkatkan kerukunan umat beragama. Acara hari ini dibuka langsung oleh Bapak Muhdin dengan membaca Basmallah secara bersama-sama. Acara pembukaan diakhiri dengan pembacaan doa yang dibacakan dalam pedoman Islam dan diamini oleh seluruh hadirin yang bersal dari delegasi seluruh agama di Sulawesi Barat.

Editor: Hamdan Yuafi

Berita Lainnya
Jumat, 7 September 2018, 09:58

Menag: Sangat Penting Meningkatkan Kompetensi Manajemen Konflik Bagi Pengurus FKUB

Kamis, 6 September 2018, 09:13

Pembukaan Rakornas-Konferensi FKUB, Tokoh Agama Deklarasikan Tolak Politisasi SARA pada Pemilu 2019

Senin, 27 Agustus 2018, 12:11

Konsultasi FKUB Sulawesi Utara Hasilkan Usulan Honor Bagi Pengurus FKUB Se-Indonesia

Rabu, 15 Agustus 2018, 11:45

KH D. Zawawi Imron: Sudah Saatnya Kita mulai Menikmati Multikulturalitas di Indonesia, Bukan Mendebatkannya

Rabu, 15 Agustus 2018, 10:57

Workshop Multikulturalisme Pamekasan, Kakanwil Kemenag Jatim: Mari Kita Senantiasa Memuliakan Pemeluk Agama Lain