Rabu, 25 April 2018, 14:50

PKUB Laksanakan Dialog Lintas Agama di Labuan Bajo, Kota Bhineka Tunggal Ika

Seluruh peserta tengah berfoto bersama dengan Panitia dan juga Narasumber kegiatan.

Hari ini (25/4) Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama menyelenggarakan kegiatan Dialog Lintas Agama Terkait Pemeliharaan dan Penguatan Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan dilaksanakan di Hotel The Jayakarta Suites Komodo Flores. Kegiatan ini dimulai dengan penerimaan secara upacara adat rombongan Pusat Kerukunan Umat Beragama oleh tokoh adat Manggarai Barat. Secara simbolis Bapak Aliefosra Nur dan Bapak K.H. Abdul Fatah yang juga akan menjadi pemateri dalam kegiatan ini, mendapat kehormatan untuk dipakaikan Topi dan Songket adat. Ppacara ini sebagai simbol bahwa seluruh tokoh agama di Kabupaten Manggarai Barat siap menerima ilmu, masukan, dan saran dari dua Narasumber tersebut.
Rangkaian acara pembukaan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara hikmat oleh seluruh hadirin. Kegiatan ini dihadiri oleh 50 delegasi tokoh agama dan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dari seluruh penjuru Kabupaten Manggarai Barat. Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Ubaidillah selaku perwakilan dari panitia kegiatan, beliau menyampaikan bahwa kerukunan umat beragama adalah sarana menuju kerukunan nasional. Kemudian untuk menjaga kerukunan umat beragama pemerintah tidak mungkin melaksanakan fungsinya sendiri, akan tetapi perlu gandengan tangan para tokoh agama dan pengurus FKUB. Karena sejatinya kedua elemen tersebut adalah mitra strategis Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama.
Acara dilanjutkan dengan pengarahan dan sambutan selamat datang yang disampaikan oleh Bapak Yohanes Daketi Ase selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat. Sebagai pembuka, beliau menjelaskan demografi keberagamaan penduduk Kabupaten Manggarai Barat. Dalam sambutan, beliau menyampaikan bahwa mayoritas penduduk Manggarai Barat beragama Katolik dengan presentase sebesar 79% disusul dengan penduduk Muslim sebesar 20% selebihnya beragama Kristen, Hindu dan Buddha. Beliau juga menyampaikan, jika Ende terkenal dengan Kota Pancasila maka Manggarai Barat adalah Kabupaten Bhinneka Tunggal Ika dimana di Kabupaten ini semua suku bangsa bisa tinggal berdampingan dengan pesona wisata Labuan Bajo yang indah dan masuk 3 besar destinasi wisata Indonesia.

Dalam akhir pemaparan, beliau juga menyampaikan terima kasih kepada PKUB telah mempercayai Kabupaten Manggarai Barat sebagai tempat terselenggarannya kegiatan ini, Beliau menyampaikan bahwa acara ini adalah acara yang sangat strategis, sehingga beliau memohon kepada seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan ini untuk saling berbagi tentang pengalaman menjaga kerukunan umat beragama dengan para narasumber.Diakhir kesempatan, beliau mendapat kehormatan untuk membuka acara ini secara resmi. Acara dibuka dengan pukulan palu sebanyak tiga kali. Untuk menutup rangkaian acara pembukaan, dibacakan doa penutup dengan pedoman agama Katolik dan diikuti dengan hikmat oleh seluruh peserta

Editor: Hamdan Yuafi

Berita Lainnya
Jumat, 7 September 2018, 09:58

Menag: Sangat Penting Meningkatkan Kompetensi Manajemen Konflik Bagi Pengurus FKUB

Kamis, 6 September 2018, 09:13

Pembukaan Rakornas-Konferensi FKUB, Tokoh Agama Deklarasikan Tolak Politisasi SARA pada Pemilu 2019

Senin, 27 Agustus 2018, 12:11

Konsultasi FKUB Sulawesi Utara Hasilkan Usulan Honor Bagi Pengurus FKUB Se-Indonesia

Rabu, 15 Agustus 2018, 11:45

KH D. Zawawi Imron: Sudah Saatnya Kita mulai Menikmati Multikulturalitas di Indonesia, Bukan Mendebatkannya

Rabu, 15 Agustus 2018, 10:57

Workshop Multikulturalisme Pamekasan, Kakanwil Kemenag Jatim: Mari Kita Senantiasa Memuliakan Pemeluk Agama Lain