Rabu, 21 Februari 2018, 10:28

Kementerian Agama Melalui PKUB Tekankan Moderasi Beragama dalam Menyambut Pilkada Serentak Tahun 2018

Kepala PKUB, Ferimeldi, memberikan sambutan tentang pentingnya moderasi dalam beragama dalam menyambut Pilkada serentak Tahun 2018

Pekanbaru (Kemenag) Pada hari ini (21/2), Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama menyelenggarakan kegiatan Workshop Manajemen Penanganan Isu Kerukunan Umat Beragama. Kegiatan ini mengambil tempat di Hotel Pangeran Riau, Pekanbaru.

Untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan meningkatkan rasa semangat dalam memelihara kerukunan umat beragama maka acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Kerukunan dan Hymne Kerukunan.

Acara dilanjutkan dengan laporan panitia kegiatan yang disampaikan oleh Bapak Achmad Hery Fathurochman selaku Kepala Sub Bidang Penanganan Isu Kerukunan Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI. Dalam penuturannya bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk membangun sinergi dalam rangka penanganan isu kerukunan umat beragama dan peningkatan kapasitas deteksi dini paham radikal bagi tokoh agama di Provinsi Riau. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa pada tahun ini konsep acara dibuat sedikit berbeda yaitu pada tahun ini para peserta akan diberikan ilmu mengenai deteksi dini terorisme dan upaya deradikalisasi ditengah-tengah masyarakat. Materi akan disampaikan oleh Badan Intelejen Negara (BIN) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau.

Acara selanjutnya yaitu ucapan selamat datang yang disampaikan oleh Bapak Ahmad Supardi, selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau. Disusul dengan sambutan sekaligus membuka acara, yang disampaikan oleh Bapak Ferimeldi selaku Kepala PKUB. Dalam sambutan beliau beliau menkankan bahwa dalam melakukan manajemen penanganan isu kerukunan umat beragama kita harus mengedepankan sikap moderat dalam beragama. Ditambah hari ini kita dihadapkan pada hajatanbesar yaitu Pilkada setentak tahun 2018.

"Untuk mencegah isu kerukunan umat beragama menjadi semakin memburuk, diperlukan sebuah konsep massif pula. Konsep tersebut adalah moderasi dalam beragama. Kita harus memperkuat moderasi agama. Moderasi beragama tidak hanya berarti kita anti radikalisme, terorisme, tapi juga menarik diri dari kalangan ekstrimis kiri atau kanan. Sebaliknya kita memilih jalan tengah. Dalam rakernas Kemenag beberapa waktu lalu, seluruh unit di Kementerian Agama harus memiliki program yang mengedepankan moderasi agama. Begitu pula dengan PKUB, pada tahun ini, setiap kami mengadakan kegiatan kami selalu mensosialisasikan pentingnya moderasi dalam beragama dan deteksi dini paham radikal."

Demikian diungkapkan Kepala PKUB, Ferimeldi saat membuka Workshop Manajemen Penanganan Isu Kerukunan Umat Beragama yang melibatkanMajelis-Majelis Agama dan Ormas Keagamaan dalam menyongsong Pilkada serentak Tahun 2018 di Pekanbaru, Rabu (21/2).

Berita Lainnya
Rabu, 11 April 2018, 15:34

PKUB Terima Kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Polandia ke Indonesia

Selasa, 13 Februari 2018, 10:35

Sinergi Sangat Diperlukan Untuk Mencegah Paham Radikal di Indonesia

Selasa, 13 Februari 2018, 08:40

Peran Kementerian Agama dalam Mencegah Radikalisme

Senin, 12 Februari 2018, 22:15

Moderasi Agama Dalam Mencegah Konflik Agama di Tahun Politik

Senin, 21 Agustus 2017, 08:26

Kaji Terap KUB Kanwil Kemenag Babel Di Kanwil Kemenag NTT