Senin, 4 Desember 2017, 08:46

Terima FKUB, Presiden Jelaskan Peran RI di Krisis Kemanusiaan Rakhine

Jakarta (Kemenag) --- Presiden Joko Widodo menerima tokoh agama peserta Rakernas Forum Kerukunan Umat Beragama di Istana Negara. Kepada para tokoh agama, Presiden menyampaikan tentang peran Indonesia dalam membantu menyelesaikan krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar.

Menurut Presiden, banyak hal yang sudah dilakukan Pemerintah dalam upayanya ikut menyelesaikan krisis kemanusiaan di Rakhine. Sikap Indonesia yang netral membuat kedua Negara, baik Myanmar maupun Bangladesh, menerima bantuan yang diberikan.

"Kita sudah banyak masuk ke sana, banyak yang tidak tahu. Bertemu militer di Myanmar, bertemu Perdana Menteri Bangladesh, karena Indonesia dianggap netral dan tidak punya kepentingan," ucap Presiden sebagaimana dikutip dari rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden,, Selasa (28/11).

Turut hadir mendampingi Presiden Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Selain soal Rakhine, Presiden juga berbagi informasi seputar kekaguman banyak Negara terhadap kerukunan Indonesia. Setiap berkunjung atau menerima kunjungan, Presiden mendapat respon tentang kekaguman sejumlah Kepala Negara terhadap kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama yang ada di Indonesia.

Mulai dari Raja Arab Saudi Raja Salman, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, hingga Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rasmussen yang baru saja mengunjungi Indonesia.

"Tadi dengan Perdana Menteri Denmark beliau sampaikan kekaguman moderasi di Indonesia. Mereka kagum, kita yang dikagumi tidak tahu," ujar Presiden.

Untuk itu, Presiden mengajak para tokoh agama yang tergabung dalam FKUB untuk bersama-sama dengan pemerintah terus menjaga kerukunan, persaudaraan, dan persatuan bangsa Indonesia. "Ingatkan umat yang namanya Pilkada hanya sebatas pilihan politik. Di situ perbedaan pendapat pasti ada. Demokrasi memang begitu namanya. Ingatkan setelah memilih ya rukun kembali," ucap Presiden.

Kehadiran peserta Rakornas FKUB dan Silatnas Tokoh Agama ke Istana guna mendengarkan pengarahan langsung Presiden Jokowi terkait kebijakan pemeliharaan dan penguatan kerukunan umat beragama secara nasional.

Sumber : Rilis Setpres
Penulis : khoiron
Editor : khoiron
dikutip dari : www.kemenag.go.id
Berita Lainnya
Rabu, 26 September 2018, 11:59

Asosiasi Muslim Cina Puji Pembangunan dan Keberagamaan di Indonesia

Rabu, 19 September 2018, 09:53

Pembukaan Workshop Wawasan Multikultural Kendari: Radikalisme Berpotensi Mengancam Kerukunan Umat Beragama

Jumat, 7 September 2018, 09:58

Menag: Sangat Penting Meningkatkan Kompetensi Manajemen Konflik Bagi Pengurus FKUB

Kamis, 6 September 2018, 09:13

Pembukaan Rakornas-Konferensi FKUB, Tokoh Agama Deklarasikan Tolak Politisasi SARA pada Pemilu 2019

Senin, 27 Agustus 2018, 12:11

Konsultasi FKUB Sulawesi Utara Hasilkan Usulan Honor Bagi Pengurus FKUB Se-Indonesia