Senin, 2 Oktober 2017, 09:33

Kanwil Kemenag Sumsel Utus Jurnalis, Kawal Kerukunan

Pekanbaru, inmas

Jurnalis berperan dalam mengawal kerukunan, karena pers memiliki peran dalam menjaga kerukunan. untuk itulah Kanwil Kemenag Sumsel mengutus beberapa jurnalis di Sumsel termasuk admin webiste untuk mengikuti Workshop peningkatan peran jurnalis dalam penanganan isu kerukunan umat beragama. Kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh Kemenag Pusat di Pekanbaru Riau tersebut diikuti oleh beberapa provinsi, termasuk Sumsel.

Kanwil Kemenag Prov. Sumsel melalui Subbag Inmas H. Saefudin menyampaikan Sumsel mengutus Jurnalis baik dari media Cetak di Sumsel juga jurnalis Kanwil Kemenag Sumsel.\" Kita mengutus tujuh orang jurnalis media cetak dan juga jurnalis di Kanwil sendiri\" ujar Saefudin beberapa waktu lalu.

Kegiatan Workshop sendiri dibuka secara resmi oleh Kakanwil Riau H. Ahmad Supardi di hotel Pangeran (11/9). Workshop yang diikuti oleh jurnalis baik cetak maupun elektronik tersebut akan dilaksnkan hingga 13 September mendatang dengan beberapa agenda kegiatan. beberapa materi yang penting dipahami oleh jurnalis maupun media terutama dalam bersama menjaga kerukunan umat beragama yang ada di Indonesia. dengan keragaman suku bangsa, agama, dan ras yang ada di Indoensia pemahaman mengenai kebersamaan penting untuk di berikan terutama bagi insan pers yang menyampaikan informasi kepada masyarakat.

beberapa peran pers dalam menjaga kerukunan diantaranya dengan mengurangi berita hiburan, memberikan masukan atau kritik pada pemerintah dan warga dengan cara fokus pada pemberitaan masalah kebangsaan, memerangi Hoax, mengubah talking news (view Jornalism) dengan liputan investigasi, mengembangkan berita interpretatif yang berbasis hasil riset, tidak mengobarkan jornalime perang/konflik, serta mendorong munculnya pemberitaan yang berorientasi pada problem solver masalah yang dihadapi bangsa.

materi yang disampaikan diantaranya Kebijakan dewan pers dalam penanganan isu kerukunan oleh ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo. juga mengenai Kode Etik Dewan Pers dalam Penanganan Isu Kerukunan oleh Imam Wahyudi anggota Dewan Pers. peserta workshop juga akan melaksnakan kunjungan ke Istana Siak untuk melihat sejarah dan peranan Raja dalam menjaga kerukunan di Riau.

Saefudin berharap, jurnalis lebih bijak dalam menyampaikan informasi, dan menulis berita kepada masyarakat, dengan melakukan kroscek terlebih dahulu, sehigga apa-apa yang dapat menimbulkan trejadinya konflik di masyarakat tidak terjadi, melalui berita yang disajikanlah konflik juga kadang bisa terjadi. untuk itu, dalam menyajikan berita harus dengan bahasa yang baik, serta yang harus dipahami oleh jurnalis khususnya di Indoenesia adalah bahwa Indonesia ini merpakan negara yang kaya akan keanekaragaman.

untuk itulah workshop diadakan oleh Kemenag, karena sesuai dengan visi misi Kemenag terutama dalam menjaga kerukunan umat beragama, maka kegiatan tersebut diselenggarakan.(qudus/mifta)

Berita Lainnya
Selasa, 13 Februari 2018, 15:50

Tasawuf Agama Sebagai Penangkal Paham Radikal

Selasa, 13 Februari 2018, 10:35

Sinergi Sangat Diperlukan Untuk Mencegah Paham Radikal di Indonesia

Selasa, 13 Februari 2018, 08:40

Peran Kementerian Agama dalam Mencegah Radikalisme

Senin, 12 Februari 2018, 22:15

Moderasi Agama Dalam Mencegah Konflik Agama di Tahun Politik

Rabu, 24 Januari 2018, 07:42

Senam Sehat Akhiri Gelaran HAB ke-72 Kemenag