Selasa, 16 Mei 2017, 14:17

Kemenag Sumbar Catat Rekor MURI Deklarasi Cinta Kerukunan


Jakarta (Kemenag) --- Merajut Indonesia yang beragam tidaklah mudah. Namun inisiatif menjaga Indonesia ini juga bukan berarti tidak bisa.

Salah satunya adalah upaya yang dilakukan masyarakat Padang Sumatera Barat. Dalam upaya menjaga kerukunan bangsa, sekitar 1.500 tokoh lintas agama, termasuk Gubernur dan Walikota, berkumpul untuk menyatukan tekad dalam Deklarasi Cinta Kerukuna.

Deklarasi yang dilakukan pada Minggu, 2 April 2017 ini bahkan dicatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Plakat Rekor MURI itu hari ini, Jumat (12/05), diberikan oleh pihak MURI kepada Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Barat, Salman, di Jakarta.

"Hal ini menjadi pemicu semangat bagi kami di MinangKabau untuk dapat lebih meningkatkan kerukunan beragama dan menciptakan stabilitas kerukunan beragama ke arah yang lebih baik lagi," terang Salman saat ditemui usai menerima plakat MURI.

Menurutnya, deklarasi gerakan cinta kerukunan itu menjadi upaya Kemenag dalam mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kerukunan antar umat beragama di wilayah Sumatera Barat.

Penghargaan pencatatan rekormuri diberikan oleh Senior Manager MURI Yusuf Ngadri. Yusuf menyampaikan apresiasi kepada Kemenag Provinsi Sumatera Barat, atas pencapaiannya menghadirkan 1500 orang seluruh penjuru provinsi.

Yusuf Ngadri berharap dengan adanya kegiatan tersebut, kerukunan beragama di Sumatera Barat dapat dioptimalkan.

Apresiasi yang sama disampaikan Kepala Biro Umum Syafrizal dan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Fery Meldi saat menerima tim Kanwil Sumbar di kantor Kementerian Agama Jakarta.

Menurut Syafrizal, inisiatif deklarasi ini menjadi bagian pelaksanaan misi Kemenag, yaitu: lainya meningkatkan kualitas kerukunan intra dan antar umat beragama.

Indeks kerukunan umat beragama di Indonesia saat ini membaik. Kalau pada tahun 2015 berada pada point 75.36%, tahun 2016 meningkat menjadi 75.47%.

"Rekor MURI ini diharapkan menjadi pelecut bagi ormas seperti MUI, Muhammadiyah, NU, Tarbiyah, tokoh agama Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha untuk terus merawat dan menjaga perdamain," kata Syafrizal

Hadir juga dalam pertemuan ini, Kakanwil Kemenag Sumbar Salman didampingi Kabag TU Bustari, Kasubbag Hukum dan KUB M. Rifki dan Kasubbag Informasi dan Humas Irwan. (Moko/mkd/mkd)

Berita Lainnya
Rabu, 24 Mei 2017, 13:39

Menag: Kerukunan Memiliki Relevansi Positif Terhadap Pembangunan

Selasa, 23 Mei 2017, 10:16

Perayaan Waisak Salah-Satu Wujud Nyata KUB Di Gorontalo

Selasa, 23 Mei 2017, 09:52

Kerukunan Perspektif Kristen, Kasih Tanpa Sekat SARA

Selasa, 23 Mei 2017, 09:33

Bertemu Kakankemenag Malaka, Danramil Betun Sebut Pembangunan Kawasan Bhineka Tunggal Ika

Selasa, 23 Mei 2017, 09:28

Konser Kebangkitan Nasional, Kemenag Sikka Nyanyi Mars Kerukunan