Senin, 9 Januari 2017, 08:44

SEMANGAT KERUKUNAN DALAM SIKAP DAN TINDAKAN

M2M, Inmas --- Momentum peringatan begitu banyak dan sering dalam kehidupan berbangsa maupun bermasyarakat, namun sering menyisakan kritik dan otokritik bagi pelaku peringatan tersebut. Ada amanat yang harus kita tangkap dalam peringatan ini yaitu semangat kerukunan harus diwujudkan dalam tindakan dan tidak sebatas peristiwa serimonial, ungkap Wali Kota Mataram Ahyar Abdul saat dimintai komentar oleh kru MANDA TV dan Web MAN 2 Mataram usai pelepasan pawai kerukunan umat beragama. Pawai kerukunan umat beragama yang dimotori oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat berlangsung pada Jum'at Pagi tanggal 06/01/2016 dan prosesi pawai dilepas di depan pendopo Wali Kota Mataram. Kegiatan pawai yang diikuti oleh seluruh lembaga di bawah Kementerian Agama serta seluruh paguyuban berbagai agama yang ada di Kota Mataram ini direspon positif tentang semangat dan kemeriahannya oleh Wali Kota Mataram. Beliau juga memberikan apresiasi yang tinggi tentang kemeriahan dan semangat aparat Kementerian Agama saat pelaksanakan upacara peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama pada tanggal 03/01/2016 di lapangan Sangkareang Mataram.

Dalam kesempatan tersebut semua pejabat Kemeterian Agama Nusa Tenggara Barat turut hadir, di panggung kehormatan tempat pelepasan pawai kerukunan umat beragama, termasuk Bapak Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam kesepatan pelepasan rombongan pawai tersebut, komentator memberikan semangat, support dan penghargaan kepada semua peserta pawai dengan menyebutkan nama kelompok pawai yang membawa tanda, baik bentuk papan nama maupun bentuk rentangan spanduk.

Tempat finish kegiatan pawai kerukunan umat beragama dalam rangkaian peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-71 tahun 2017 ini adalah di lapangan Sangkareang Mataram. Di lapangan Sangkareang, para peserta pawai yang mencapai finish disambut oleh lantunan lagu para vokalis dari lingkungan Kementerian Agama dan dilanjutkan dengan kegiatan pengumuman dan pembagian hadiah berbagai lomba atau pertandingan serta pengumuman undiah dengan berbagai bentuk hadiah yang disediakan panitia.

Berbagai komentar bari beberapa orang perwakilan kelompok penganut agama yang ikut pawai yang sempat diwawancarai, diantaranya mengemukakan bawah kegiatan semacam ini penting untuk terus diprogramkan. Demikian juga ada peserta yang memberikan komentar yang senada dengan yang dikemukakan Bapak Wali Kota, bahwa membangun kerukunan umat beragama jangan hanya sebatas di bibir saja. Akan tetapi, kerukunan harus ditanamkan dan ditumbuhkan mulai dari cara berpikir, bersikap, bertindak, dan berprilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Melihat berbagai fenomena yang kurang harmonis dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama sekarang ini, tampaknya yang menginspirasi pandang beberapa narasumber di atas yang tentunya ungkapan tersebut merupakan semangat yang membangun agar kerukunan umat beragama tetap terjaga dan terpelihara, khususnya di Nusa Tenggara Barat.

source : ntb.kemenag.go.id

repost : dita-pkub

Berita Lainnya
Sabtu, 22 Desember 2018, 07:54

Brussel, Jantung Eropa Dimana Komunitas Muslim Dihargai

Jumat, 21 Desember 2018, 10:30

Kerjasama Antar Agama Penting Dalam Menegaskan Peran Agama Sebagai Juru Damai

Selasa, 17 April 2018, 16:00

WORKSHOP PENGEMBANGAN WAWASAN MULTIKULTURAL BAGI TOKOH AGAMA DAN MAHASISWA DI KOTA SOLO, JAWA TENGAH

Rabu, 11 April 2018, 15:34

PKUB Terima Kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Polandia ke Indonesia

Rabu, 21 Februari 2018, 10:28

Kementerian Agama Melalui PKUB Tekankan Moderasi Beragama dalam Menyambut Pilkada Serentak Tahun 2018