Kamis, 5 Januari 2017, 14:24

Wakil bupati Koltim : Toleransi Milik Semua Golongan

Tirawuta, (Inmas Sultra)--- Publik baru-baru ini banyak dihebohkan dengan berbagai kasus SARA yang terjadi di Indonesia, kurangnya toleransi antarumat beragama menjadi pemicu konflik. Untuk menghindari kejadian seperti itu pemerintah daerah Kolaka Timur (Koltim) melalui Wakil Bupati Koltim Andi Merya Nur mengungkapkan setiap umat beragama harus saling menghargai, sebab menurutnya toleransi yang tumbuh dalam masyarakat merupakan milik semua golongan.

Penegasan ini, Wakil Bupati Kolaka Timur (Koltim) Hj Andi Merya Nur, saat menyampaikan sambutan Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Syaifuddin, pada upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-71 Kementerian Agama RI tahun 2017 tingkat Kabupaten Koltim, di Lapangan Sepak Bola Nur Latamoro, Selasa (3/1).

Menurut Merya toleransi dan kerukunan, bukan milik sesuatu golongan umat beragama semata, tetapi harus menjadi milik semua golongan dan berlaku untuk semua pemeluk agama.

Saling menghormati dan saling menghargai identitas keyakinan antraumat beragama, harus terus dijaga dalam upaya melindungi keutuhan NKRI, jelasnya.

Dikatakannya, penegasan Ketuhanan yang Maha Esa sebagai falsafah dasar kehidupan bernegara pada pembukaan dan batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945, mengandung makna bahwa, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita senantiasa memerlukan tuntunan Tuhan. Prinsip fundamental tersebut mengamanatkan supaya ajaran dan nilai-nilai agama diperankan sebagai pemberi arah sekaligus mendasari kehidupan kebangsaan kita yang ber-motto Bhinneka Tunggal Ika.

Agama yang diyakini dan diamalkan oleh umatnya masing-masing lanjut Menag, harus menjadi unsur pembentuk Nation and Character Building bangsa Indonesia yang majemuk ini. Karena itu, seluruh umat beragama harus menyadari dan disadarkan bahwa nilai-nilai agama merupakan unsur perekat integrasi nasional.

Saya berharap peringatan ulang tahun Kementerian Agama ini semakin memperkuat komitmen kita semua terhadap integritas dan etos kerja sebagai pelayan masyarakat dan pengayom semua umat beragama, harapnya.

Lanjutnya, seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), harus senantiasa mengembangkan wawasan serta meningkatkan keterampilan dan kesigapan dalam bertugas. Ego sektoral, sektarianisme, dan sejenisnya harus disingkirkan dari lingkungan kerja Kementerian Agama. Kita harus bersikap sebagai agamawan sekaligus negarawan yang menempatkan kepentingan umat dan bangsa diatas kepentingan pribadi dan kelompok.

Di tengah cepatnya perubahan sosial dan pesatnya teknologi informasi, kita juga harus menjadi pelayan publik yang dapat diandalkan, imbuhnya.(RS/was/rtr)

source : sultra.kemenag.go.id

repost : dita-pkub

Berita Lainnya
Selasa, 2 Juli 2019, 10:50

Produksi Film Dokumenter Kerukunan, Tim Peneliti UGM Selenggarakan FGD di Singkawang

Senin, 1 Juli 2019, 13:03

Kunjungi PKUB, ICRS Diskusikan Diseminasi Kebebasan Beragama

Kamis, 27 Juni 2019, 21:55

Sekjen Kemenag: Kegiatan Kerukunan Harus Sering Libatkan Generasi Muda

Jumat, 21 Juni 2019, 12:00

Kunjungi Kantor PKUB, Asia Foundation Jajaki Kerjasama Program

Rabu, 15 Mei 2019, 09:54

Melalui Workshop Manajemen Isu Kerukunan, PKUB Perkuat Konduktor Pesan Kerukunan di Purwakarta